Description
Berikut deskripsi Terong LEZATA yang sudah dioptimalkan untuk SEO dengan struktur yang mudah dipahami, mengandung kata kunci utama dan pendukung, serta tetap natural.
Table of Contents
ToggleTerong LEZATA – Benih Terong Hibrida Berdaya Hasil Tinggi dan Tahan Produksi
Terong LEZATA merupakan benih terong hibrida berkualitas yang menghasilkan buah seragam, mengkilap, dan memiliki produktivitas tinggi. Varietas ini cocok dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia karena memiliki pertumbuhan yang kuat, potensi hasil tinggi, serta mampu menghasilkan panen yang berkelanjutan.
Dengan penerapan teknik budidaya terong hibrida yang tepat, Terong LEZATA mulai dapat dipanen pada umur 50–55 hari setelah tanam (HST). Potensi produksinya mencapai 55–65 ton per hektare dengan rata-rata sekitar 21 buah per tanaman, sehingga menjadi pilihan yang menguntungkan bagi petani maupun pelaku usaha hortikultura.
Keunggulan Terong LEZATA
Benih terong hibrida berkualitas tinggi.
Pertumbuhan tanaman kuat dan seragam.
Mulai panen umur 50–55 HST.
Buah mengkilap dengan kualitas pasar yang baik.
Produktivitas tinggi hingga 55–65 ton per hektare.
Potensi hasil sekitar 21 buah per tanaman.
Cocok untuk budidaya di berbagai daerah di Indonesia.
Cara Budidaya Terong LEZATA
Untuk memperoleh hasil panen yang optimal, budidaya Terong LEZATA dapat dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:
1. Persiapan Lahan
Lahan diolah hingga gembur, kemudian dibuat bedengan dengan lebar sekitar 110 cm dan jarak antarbedengan minimal 50 cm. Sebelum tanam, tambahkan pupuk kandang ayam, kapur pertanian, serta pupuk dasar sesuai dosis anjuran agar unsur hara tersedia secara optimal.
2. Pemasangan Mulsa
Gunakan mulsa plastik hitam perak untuk menjaga kelembapan tanah, mengurangi pertumbuhan gulma, dan meningkatkan efisiensi pemupukan. Pemasangan sebaiknya dilakukan saat cuaca terik agar mulsa terpasang rapat.
3. Persemaian Benih
Benih direndam menggunakan air hangat atau larutan fungisida dan bakterisida sesuai dosis anjuran selama sekitar 30 menit. Selanjutnya benih disemai pada tray semai atau polybag kecil menggunakan media campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1. Benih mulai berkecambah pada umur 7–10 hari.
4. Penanaman
Bibit siap dipindahkan ke lahan pada umur 20–25 hari setelah semai. Penanaman dilakukan pada sore hari dengan jarak tanam 50 cm dalam barisan dan 70–80 cm antarbarisan.
5. Pemupukan Susulan
Pemupukan dilakukan secara bertahap menggunakan sistem kocor mulai umur 7 HST hingga 49 HST menggunakan kombinasi NPK 16:16:16, KNO₃ Merah, dan KNO₃ Putih sesuai kebutuhan pertumbuhan tanaman.
6. Perempelan
Tunas air yang tumbuh di bawah percabangan utama dihilangkan secara rutin agar pertumbuhan tanaman lebih optimal dan produksi buah meningkat.
7. Pemasangan Ajir
Setiap tanaman dipasang ajir setinggi 1,5–2 meter untuk menopang pertumbuhan tanaman dan menjaga buah tetap berkualitas hingga panen.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit
Lakukan pengendalian secara preventif dengan penyemprotan pestisida sesuai sasaran hama dan penyakit mulai umur sekitar 1 minggu setelah tanam dengan interval sekitar 4 hari atau disesuaikan dengan kondisi lapangan.
9. Panen
Terong LEZATA mulai dipanen pada umur 50–55 hari setelah tanam ketika buah masih muda, mengilap, dan daging buah belum mengeras. Panen dapat dilakukan hingga dua kali dalam seminggu sehingga kontinuitas produksi tetap terjaga.
Mengapa Memilih Benih Terong LEZATA?
Bagi petani yang mengutamakan hasil tinggi, kualitas buah yang baik, dan produktivitas stabil, Terong LEZATA menjadi pilihan tepat. Didukung teknik budidaya yang benar mulai dari persiapan lahan, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit, varietas ini mampu menghasilkan panen melimpah dengan kualitas buah yang disukai pasar.









Reviews
There are no reviews yet.