Description
Cabai Rawit Rawita F1
Cabai Rawit Rawita F1 merupakan varietas cabai rawit hibrida pertama untuk tipe Frutescent yang menawarkan produktivitas tinggi, pertumbuhan seragam, serta adaptasi yang baik di berbagai kondisi lahan. Varietas ini memiliki buah berwarna putih saat muda dan berubah menjadi merah oranye ketika matang, sehingga tampil menarik sekaligus memiliki nilai jual tinggi.
Selain menghasilkan buah yang seragam, tanaman Cabai Rawit Rawita F1 juga dikenal sangat vigor dengan potensi produksi yang mampu mencapai sekitar 680 gram per tanaman, lebih tinggi dibandingkan rata-rata cabai rawit pada umumnya. Oleh karena itu, varietas ini menjadi pilihan tepat bagi petani yang menginginkan hasil panen maksimal dengan kualitas buah yang konsisten.
Cabai Rawit Rawita F1 dirancang untuk budidaya di dataran rendah, menengah, hingga tinggi. Tanaman memiliki pertumbuhan yang kuat, percabangan baik, dan menghasilkan buah berbentuk menarik dengan ukuran seragam.
Di dataran rendah, umur panen berkisar 105 HST, sedangkan di dataran tinggi sekitar 125 HST. Sementara itu, berdasarkan rekomendasi budidaya, umur panen rata-rata berada pada kisaran 109–113 HST tergantung kondisi lingkungan dan teknik budidaya.
Buah memiliki panjang sekitar 3,8 cm, diameter 1,4 cm, serta bobot rata-rata 2,5–4 gram. Dengan karakter tersebut, varietas ini sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan pasar segar maupun distribusi ke berbagai daerah.
Fitur Utama Produk dan Solusi
Cabai Rawit Rawita F1 menawarkan berbagai keunggulan yang mampu meningkatkan produktivitas usaha tani cabai.
Varietas cabai rawit hibrida pertama untuk tipe Frutescent.
Warna buah muda putih dan berubah menjadi merah oranye saat matang.
Pertumbuhan tanaman sangat vigor dan seragam.
Adaptif untuk dataran rendah, menengah, maupun tinggi.
Produktivitas tinggi hingga sekitar 680 gram per tanaman.
Potensi hasil mencapai 10–14 ton per hektare.
Buah berukuran seragam dengan bobot 3–4 gram.
Cocok untuk pasar segar maupun perdagangan skala besar.
Memiliki ketahanan terhadap penyakit Col dan Bw.
Membantu petani memperoleh hasil panen lebih tinggi dibandingkan varietas cabai rawit biasa.
Technical Spesifikasi
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Produk | Cabai Rawit Rawita F1 |
| Jenis | Cabai Rawit Hibrida Tipe Frutescent |
| Nomor SK Kementan | 035/Kpts/SR.120/D.2.7/4/2017 |
| Rekomendasi Dataran | Rendah, Menengah, Tinggi |
| Warna Buah Muda | Putih |
| Warna Buah Matang | Merah Oranye |
| Umur Panen | 109–113 HST (±105 HST dataran rendah, ±125 HST dataran tinggi) |
| Panjang Buah | ±3,8 cm |
| Diameter Buah | ±1,4 cm |
| Bobot Buah | 3–4 gram |
| Bobot Rata-rata Buah | ±2,5 gram |
| Produktivitas Tanaman | Hingga ±680 gram per tanaman |
| Potensi Hasil | 10–14 ton/ha |
| Ketahanan Penyakit | Col, Bw |
| PVT | – |
Manfaat dan Aplikasi
Cabai Rawit Rawita F1 memberikan banyak keuntungan bagi petani maupun pelaku agribisnis. Produktivitas yang tinggi membantu meningkatkan hasil panen per satuan luas sehingga potensi keuntungan menjadi lebih besar. Selain itu, pertumbuhan tanaman yang seragam memudahkan proses pemeliharaan serta panen.
Di sisi lain, buah yang memiliki ukuran relatif seragam dan warna menarik lebih mudah diterima pasar. Adaptasi yang luas juga memungkinkan varietas ini dibudidayakan pada berbagai wilayah di Indonesia, baik di dataran rendah, menengah, maupun tinggi. Dengan demikian, Cabai Rawit Rawita F1 menjadi solusi ideal untuk budidaya cabai rawit secara komersial.
Panduan Budidaya
Persiapan Lahan
Lahan terlebih dahulu diolah menggunakan traktor, kemudian didiamkan selama satu minggu. Setelah itu, tanah dibalik menggunakan rotary dan diberikan pupuk kandang sebanyak 30–40 ton/ha serta kapur pertanian sesuai kebutuhan. Selanjutnya, lahan kembali diolah, dibentuk menjadi bedengan, diberi pupuk dasar, lalu ditutup menggunakan mulsa. Setelah satu minggu, mulsa dilubangi dengan jarak tanam 50 × 40 cm (single row) atau 60 × 50 cm (double row zig-zag).
Persemaian
Benih disemai di polybag selama 18–28 hari menggunakan media campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Benih yang telah melalui proses coating sebaiknya langsung disemai tanpa diperam terlebih dahulu.
Penanaman
Bibit siap dipindahkan ketika telah memiliki sekitar lima helai daun. Setiap lubang tanam diisi satu tanaman. Penanaman lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari agar bibit tidak mengalami stres akibat suhu tinggi. Bersamaan dengan itu, pasang ajir sebagai penyangga dan lakukan penyiraman setelah proses tanam selesai.
Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Selanjutnya, pemupukan susulan diberikan setiap dua minggu menggunakan pupuk NPK. Jadwal pemupukan meliputi:
Pupuk dasar: pupuk kandang dan borate.
14 HST: NPK 25-7-7.
28 HST: NPK 25-7-7.
42 HST: NPK 25-7-7, NPK 16-16-16, Calcium, dan KCL.
56 HST: NPK 16-16-16, Calcium, dan KCL.
70 HST: Calcium dan KP.
84 HST: KP.
Selain pemupukan, tanaman yang mulai tinggi perlu diikat pada ajir agar tidak mudah roboh.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian dilakukan apabila tingkat serangan telah mencapai ambang ekonomi. Sementara itu, tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan membersihkan gulma secara rutin, menjaga sanitasi lahan, serta membangun sistem drainase yang baik sehingga kelembapan tetap terkendali.
Pemanenan
Panen dilakukan ketika buah telah berubah menjadi merah oranye hingga merah sempurna. Selanjutnya, buah dipetik secara langsung agar kualitas tetap terjaga dan siap dipasarkan.
Standar Paket
Produk Cabai Rawit Rawita F1 tersedia dalam kemasan benih resmi dengan kualitas terjamin dari produsen. Setiap kemasan berisi benih hibrida yang telah diproses untuk menjaga daya tumbuh dan kemurnian varietas, sehingga siap digunakan untuk budidaya sesuai rekomendasi teknis.










Reviews
There are no reviews yet.