Hidroponik Tomat Lebih Optimal dengan Kontrol Suhu dan Kelembapan

Hidroponik Tomat bisa jauh lebih stabil hasilnya saat suhu dan kelembapan ruang tanam dijaga konsisten, karena tanaman tidak mudah stres dan proses berbunga sampai pembentukan buah berjalan lebih mulus. Banyak orang sudah berhasil menanam tomat dengan sistem hidroponik, tetapi hasilnya kadang tidak konsisten. Hari ini tampak subur, minggu depan bunga rontok, atau buah jadi kecil. Sering kali masalahnya bukan hanya nutrisi, melainkan kondisi lingkungan yang naik turun. Suhu terlalu panas membuat tanaman mudah stres, sedangkan kelembapan yang tidak terkontrol dapat memicu jamur dan gangguan penyerbukan. Karena itu kontrol suhu dan kelembapan menjadi kunci penting, terutama jika Anda menanam di greenhouse, grow room, atau area indoor. Di artikel ini Anda akan memahami cara mengatur lingkungan tanam tomat hidroponik secara praktis, termasuk peran controller seperti Pro Leaf BETC B2 dan bagaimana data bisa dipantau melalui layanan cloud.

Hidroponik Tomat dan alasan kontrol suhu itu krusial

Tomat termasuk tanaman yang responsif terhadap perubahan suhu. Saat suhu terlalu tinggi, transpirasi meningkat sehingga tanaman “kehausan” lebih cepat dan penyerapan nutrisi bisa terganggu. Akibatnya tanaman terlihat layu pada siang hari meski larutan nutrisi cukup. Selain itu suhu panas sering membuat bunga mudah gugur dan pembentukan buah tidak maksimal.

Sementara itu suhu terlalu rendah juga tidak ideal. Pertumbuhan cenderung lambat dan akar kurang aktif menyerap unsur hara. Karena itu, menstabilkan suhu harian lebih bermanfaat dibanding mengejar angka “sempurna” sesekali.

Agar mudah, Anda bisa mulai dengan kebiasaan sederhana: cek suhu ruang tanam pagi dan siang selama beberapa hari. Dari pola itu Anda akan tahu kapan biasanya suhu melonjak. Setelah itu barulah masuk ke tahap kontrol memakai kipas, exhaust, atau pendingin.

Kelembapan relatif dan pengaruhnya pada bunga serta kesehatan daun

Kelembapan relatif atau RH berpengaruh langsung pada kondisi daun dan risiko penyakit. RH yang terlalu tinggi dalam waktu lama membuat lingkungan ideal untuk jamur, terutama saat sirkulasi udara kurang. Sebaliknya RH yang terlalu rendah membuat stomata cepat menutup, dan tanaman menjadi sulit mengatur pertukaran air serta nutrisi.

Selain itu, RH yang tidak stabil sering berpengaruh pada proses berbunga. Bunga tomat bisa sensitif, terutama jika kombinasi suhu tinggi dan RH tinggi terjadi bersamaan. Karena itu, target utama Anda adalah kestabilan harian, bukan sekadar angka yang bagus di satu waktu.

Tanda tanda lingkungan tanam belum ideal

Sebelum membeli alat tambahan, penting mengenali sinyal yang sering muncul pada tomat hidroponik.

  1. Bunga rontok meski nutrisi terasa sudah tepat
  2. Daun menggulung saat siang dan pulih lambat
  3. Muncul bercak jamur pada daun bawah
  4. Pertumbuhan vegetatif bagus tetapi buah sedikit
  5. Buah pecah karena perubahan air dan lingkungan terlalu ekstrem

Jika dua atau tiga tanda di atas sering terjadi, biasanya pengaturan suhu, RH, atau sirkulasi udara perlu dibenahi.

Cara praktis menstabilkan suhu ruang tanam tomat hidroponik

Berikut langkah yang paling sering berhasil untuk skala rumahan sampai semi komersial.

Perbaiki aliran udara lebih dulu

Sirkulasi udara membantu menurunkan suhu daun dan menekan kelembapan berlebih. Anda bisa memakai kipas sirkulasi di dalam ruang tanam dan exhaust fan untuk membuang udara panas. Selain itu, atur jalur masuk udara segar agar pertukaran udara berjalan lancar.

Atur sumber panas di sekitar instalasi

Jika grow light terlalu dekat, suhu daun bisa naik tanpa Anda sadari. Jaga jarak lampu dan gunakan penjadwalan yang sesuai. Bila ruangan tertutup, panas dari pompa dan perangkat listrik juga dapat menaikkan suhu, sehingga penempatan alat perlu diperhatikan.

Gunakan pendinginan atau pemanasan jika diperlukan

Untuk kondisi tertentu, pendingin ruangan, evaporative cooling, atau heater bisa dipakai. Namun yang paling penting adalah kontrol otomatis agar perangkat tidak menyala terus menerus.

Pro Leaf BETC B2 dan fungsi utamanya untuk kebun tomat

Di sinilah controller lingkungan berperan. Pro Leaf BETC B2 adalah digital environmental controller dengan empat soket 240 volt untuk mengontrol perangkat pendingin, kelembapan, perangkat recycle, dan perangkat khusus malam. Unit ini juga menyediakan outlet recycle timer untuk perangkat seperti pompa H2O O2, pencahayaan HID LED, serta pendingin atau pemanas reservoir.

Basic Controller BETC-B2 Link Produk 

Dalam spesifikasi manualnya, BETC B2 mengatur suhu dalam rentang 5 sampai 50 derajat Celcius dan kelembapan relatif 5 sampai 95 persen, serta memiliki sensor jarak jauh dengan kabel sekitar 4,5 meter yang dilengkapi photocell untuk setelan siang dan malam.

Secara sederhana, alat ini membantu Anda melakukan tiga hal penting:

  1. Menjaga suhu tetap di batas yang Anda tentukan
  2. Menjaga RH agar tidak melonjak dan tidak jatuh terlalu rendah
  3. Mengatur perangkat yang butuh pola nyala mati berkala melalui recycle timer

Perangkat apa saja yang biasanya dihubungkan ke BETC B2

Agar implementasinya jelas, berikut contoh pemakaian yang sering dipilih pengguna tomat hidroponik.

  1. Pendinginan

    Kipas exhaust, kipas dinding, atau pendingin ruangan yang kompatibel
  2. Kelembapan

    Humidifier atau dehumidifier sesuai kondisi ruang tanam
  3. Recycle timer

    Pompa sirkulasi tambahan, aerator, atau perangkat yang butuh interval kerja
  4. Perangkat malam

    Misalnya perangkat yang hanya ingin aktif saat malam sesuai strategi budidaya dan kontrol siang malam

Kemampuan pengaturan siang dan malam ini penting karena tomat biasanya membutuhkan kondisi malam yang lebih sejuk dan stabil untuk pemulihan metabolisme.

Microthings sebagai layanan cloud untuk data dan pemantauan kebun

Setelah kontrol dasar berjalan, tahap berikutnya adalah pemantauan data. Microthings menjelaskan solusi pemantauan pertanian digital berbasis IoT yang mendukung pemantauan dan pengendalian sistem secara real time, termasuk penerapan pada irigasi cerdas yang dapat disesuaikan dengan kondisi seperti kelembaban dan siklus pertumbuhan tanaman.

Dalam konteks ekosistem IoT, Microthings Cloud sering dibahas sebagai platform cloud untuk mengumpulkan data dari perangkat atau gateway, menyajikan pemantauan, dan mendukung kontrol jarak jauh. Misalnya pada implementasi IoT berbasis PLC dan gateway, platform Microthings Cloud digunakan untuk membantu pemantauan dan kontrol pertanian agar lebih efisien dan produktif.

Jika Anda menerapkannya pada kebun tomat hidroponik, peran “data layanan cloud” bisa seperti ini:

  1. Menyimpan histori suhu dan kelembapan per jam sehingga Anda bisa melihat pola harian
  2. Memberi notifikasi ketika suhu melewati batas aman atau RH terlalu tinggi
  3. Membantu evaluasi perubahan setelan, misalnya setelah menambah kipas atau mengubah jadwal lampu
  4. Memudahkan pemantauan dari jarak jauh saat Anda tidak berada di lokasi

Dengan begitu, keputusan budidaya menjadi lebih terukur. Anda tidak hanya mengandalkan perasaan “hari ini panas”, tetapi punya data yang bisa dibandingkan dari hari ke hari.

Tips implementasi agar alat dan sistem tidak cepat bermasalah

Berikut kebiasaan yang sering membuat sistem lebih awet dan hasil lebih konsisten.

  1. Letakkan sensor jauh dari semburan humidifier langsung

    Sensor yang kena uap langsung bisa membuat pembacaan melonjak dan kontrol jadi tidak stabil.
  2. Pastikan aliran udara tidak mengarah tepat ke sensor

    Jika sensor terus menerus tertiup angin, angka bisa bias dan perangkat sering nyala mati.
  3. Mulai dari deadband yang masuk akal

    BETC B2 memiliki pengaturan deadband atau selisih batas kerja yang bisa disesuaikan. Jika terlalu sempit, perangkat bisa terlalu sering switching.
  4. Buat perubahan sedikit demi sedikit

    Saat mengubah set point, lakukan bertahap dan pantau dampaknya satu atau dua hari. Setelah itu baru sesuaikan lagi.
  5. Rawat perangkat pendukung

    Kipas yang kotor, filter yang penuh, atau dehumidifier yang tidak dirawat akan membuat kontrol lingkungan tidak efektif.

Penutup

Jika Anda ingin hasil tomat hidroponik lebih konsisten, fokuslah pada kestabilan suhu dan kelembapan, lalu dukung dengan kontrol otomatis. Pro Leaf BETC B2 membantu mengendalikan pendinginan, kelembapan, perangkat interval, serta setelan siang dan malam melalui sensor remote dan photocell. Setelah kontrol dasar rapi, pemantauan berbasis cloud seperti Microthings dapat membantu menyimpan data, membaca tren, dan memberi peringatan ketika kondisi keluar batas.

Leave a Reply