Description
Cabai Rawit Dewata 76
Cabai Rawit Dewata 76 merupakan varietas cabai rawit unggul yang memiliki produktivitas tinggi, umur panen relatif genjah, serta mampu beradaptasi di dataran rendah, menengah, maupun tinggi. Varietas ini cocok untuk petani yang menginginkan hasil panen berkualitas dengan ketahanan yang baik terhadap beberapa penyakit penting sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas budidaya.
Cabai Rawit Dewata 76 adalah benih cabai rawit yang telah memperoleh Nomor SK Kementan 143/Kpts/SR.120/D.2.7/10/2019. Varietas ini menghasilkan buah berukuran seragam dengan bobot sekitar 2,5–3 gram per buah. Selain itu, tanaman memiliki potensi hasil mencapai 12–15 ton per hektare apabila dibudidayakan sesuai rekomendasi.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan adaptasi yang luas pada berbagai kondisi lahan. Oleh karena itu, Cabai Rawit Dewata 76 dapat menjadi pilihan bagi petani di berbagai wilayah Indonesia.
Fitur Utama Produk dan Solusi
Cabai Rawit Dewata 76 menawarkan berbagai keunggulan yang mendukung keberhasilan budidaya.
Memiliki adaptasi yang baik di dataran rendah, menengah, maupun tinggi.
Umur panen relatif cepat, yaitu sekitar 70–75 HST, sehingga mempercepat perputaran masa tanam.
Potensi hasil tinggi hingga 12–15 ton per hektare apabila dikelola dengan baik.
Bobot buah berkisar 2,5–3 gram dengan ukuran yang seragam.
Memiliki ketahanan terhadap penyakit PCR dan BWR, sehingga membantu mengurangi risiko kehilangan hasil.
Cocok untuk budidaya komersial maupun skala petani mandiri.
Mendukung produktivitas tanaman melalui rekomendasi pemupukan yang terstruktur.
Technical Spesifikasi
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Focus Keyphrase | Cabai Rawit Dewata 76 |
| Nomor SK Kementan | 143/Kpts/SR.120/D.2.7/10/2019 |
| Rekomendasi Dataran | Rendah, Menengah, Tinggi |
| Ketahanan Penyakit | PCR, BWR |
| Umur Panen | 70–75 HST |
| Bobot per Buah | 2,5–3 gram |
| Potensi Hasil | 12–15 ton/ha |
| PVT | – |
Panduan Budidaya Cabai Rawit Dewata 76
Persiapan Lahan
Pertama, lahan diolah menggunakan traktor, kemudian dibiarkan selama satu minggu. Selanjutnya, tanah dibalik menggunakan rotary sambil diberikan pupuk kandang sebanyak 30–40 ton/ha serta kapur pertanian sesuai kebutuhan. Setelah didiamkan kembali selama satu minggu, tanah dibentuk menjadi bedengan.
Berikutnya, pupuk dasar ditebarkan pada lubang tanam atau secara merata di atas bedengan. Bedengan kemudian ditutup menggunakan mulsa dan didiamkan selama satu minggu sebelum penanaman. Setelah bibit siap, buat lubang tanam dengan jarak 50 × 40 cm untuk sistem single row atau 60 × 50 cm untuk sistem double row zig-zag.
Persemaian
Benih disemai di dalam polybag selama 18–28 hari. Media semai menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1. Sementara itu, benih yang telah mendapatkan perlakuan coating tidak perlu diperam sebelum disemai.
Penanaman
Bibit siap dipindahkan ke lahan setelah memiliki sekitar lima helai daun. Setiap lubang tanam diisi satu tanaman agar pertumbuhan lebih optimal. Sebaiknya penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari sehingga tanaman muda tidak mengalami stres akibat suhu tinggi.
Selain itu, ajir dipasang bersamaan dengan proses tanam untuk menghindari kerusakan akar. Setelah seluruh bibit ditanam, lakukan penyiraman secukupnya agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.
Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi cuaca. Selanjutnya, pemupukan susulan diberikan setiap dua minggu dengan menaburkan pupuk di sekitar tanaman, kemudian dilanjutkan penyiraman.
Jadwal pemupukan meliputi:
Pupuk dasar: Pupuk kandang dan Borate.
14 HST: NPK (25-7-7).
28 HST: NPK (25-7-7).
42 HST: NPK (25-7-7), NPK (16-16-16), Calcium, dan KCL.
56 HST: NPK (16-16-16), Calcium, dan KCL.
70 HST: Calcium dan KP.
84 HST: KP.
Di samping itu, tanaman yang telah tumbuh tinggi perlu diikat pada ajir agar tidak roboh ketika terkena angin atau beban buah.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila tingkat serangan telah mencapai ambang ekonomi. Sebagai langkah pencegahan, lahan perlu dijaga tetap bersih dari gulma yang berpotensi menjadi inang maupun vektor penyakit. Selain itu, sistem irigasi dan drainase yang baik membantu mengurangi risiko perkembangan penyakit pada tanaman.
Panen
Panen dilakukan ketika buah telah matang sempurna dengan warna merah merata. Selanjutnya, buah dipetik secara langsung agar kualitas hasil panen tetap terjaga.
Manfaat dan Aplikasi
Cabai Rawit Dewata 76 memberikan berbagai manfaat bagi kegiatan budidaya cabai, baik untuk petani skala kecil maupun usaha pertanian komersial. Varietas ini mampu menghasilkan panen lebih cepat sehingga mendukung efisiensi waktu produksi. Selain itu, potensi hasil yang tinggi membantu meningkatkan produktivitas lahan.
Adaptasi yang luas pada berbagai kondisi dataran menjadikan varietas ini sesuai digunakan di banyak wilayah Indonesia. Ketahanan terhadap penyakit tertentu juga membantu menekan risiko kerugian selama masa budidaya apabila dikombinasikan dengan pengelolaan tanaman yang baik.
Standar Paket
Produk Cabai Rawit Dewata 76 umumnya terdiri atas:
Benih Cabai Rawit Dewata 76 dalam kemasan asli.
Label dan informasi identitas produk.
Nomor SK Kementan sebagai informasi legalitas varietas.
Petunjuk dasar budidaya dari produsen.
Sumber: https://panahmerah.id/id







Reviews
There are no reviews yet.