Description
Cabai Rawit Bara F1
Cabai Rawit Bara F1 merupakan benih cabai rawit hibrida yang cocok dibudidayakan di dataran rendah, menengah, hingga tinggi. Varietas ini dikenal memiliki daya adaptasi yang baik serta ketahanan terhadap beberapa penyakit penting, sehingga menjadi pilihan petani untuk memperoleh hasil panen yang stabil. Dengan umur panen sekitar 75–100 HST, Cabai Rawit Bara F1 dapat dipanen saat buah telah berwarna merah sempurna.
Cabai Rawit Bara F1 adalah benih cabai rawit hibrida yang telah memperoleh Nomor SK Kementan 874/Kpts/TP.240/7/1999. Varietas ini dirancang untuk memberikan pertumbuhan yang seragam dan mampu beradaptasi pada berbagai kondisi lahan. Selain itu, ketahanan terhadap beberapa penyakit utama membantu mengurangi risiko kehilangan hasil selama masa budidaya.
Dengan teknik budidaya yang tepat, tanaman mampu tumbuh optimal sejak persemaian hingga masa panen. Oleh karena itu, Cabai Rawit Bara F1 banyak dipilih untuk budidaya komersial maupun skala rumah tangga.
Fitur Utama Produk
Cocok ditanam di dataran rendah, menengah, dan tinggi.
Benih hibrida dengan pertumbuhan tanaman yang seragam.
Memiliki ketahanan terhadap penyakit Col, Bw, dan CMV.
Umur panen berkisar 75–100 Hari Setelah Tanam (HST).
Sesuai untuk budidaya menggunakan mulsa plastik maupun lahan terbuka.
Dapat diterapkan pada sistem tanam single row maupun double row zig-zag.
Mendukung produktivitas tanaman dengan pemeliharaan yang sesuai.
Solusi untuk Budidaya
Cabai Rawit Bara F1 membantu petani menghadapi tantangan budidaya melalui varietas yang adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan. Selain itu, ketahanan penyakit yang dimiliki dapat membantu menekan risiko serangan penyakit utama pada tanaman cabai.
Di sisi lain, varietas ini juga mendukung sistem budidaya intensif dengan jadwal pemupukan bertahap sehingga pertumbuhan vegetatif dan generatif berlangsung lebih optimal.
Technical Spesifikasi
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Produk | Cabai Rawit Bara F1 |
| Nomor SK Kementan | 874/Kpts/TP.240/7/1999 |
| Rekomendasi Dataran | Rendah, Menengah, Tinggi |
| Ketahanan Penyakit | Col, Bw, CMV |
| Umur Panen | 75–100 HST |
| Bobot per Buah | – |
| Potensi Hasil | – |
| PVT | – |
Panduan Budidaya Cabai Rawit Bara F1
Persiapan Lahan
Pertama, lahan diolah menggunakan traktor, kemudian didiamkan selama sekitar satu minggu. Setelah itu, tanah dibalik menggunakan rotary dan dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 30–40 ton/ha serta kapur pertanian sesuai kebutuhan.
Selanjutnya, tanah dibentuk menjadi bedengan. Pupuk dasar dapat diberikan pada lubang tanam atau ditebar merata di atas bedengan. Bedengan kemudian ditutup menggunakan mulsa dan didiamkan kembali selama satu minggu. Setelah benih siap ditanam, buat lubang tanam dengan jarak 50 × 40 cm untuk sistem single row atau 60 × 50 cm untuk sistem double row zig-zag.
Persemaian
Benih disemai di dalam polybag selama 18–28 hari. Media semai menggunakan campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Sementara itu, benih yang telah memperoleh perlakuan coating tidak perlu diperam sebelum disemai.
Penanaman
Bibit siap dipindahkan ke lahan setelah memiliki sekitar 5 helai daun. Setiap lubang tanam diisi satu bibit agar pertumbuhan lebih optimal.
Sebaiknya penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari untuk mengurangi stres akibat suhu tinggi. Pada saat yang sama, pasang ajir atau turus agar akar tidak rusak ketika tanaman sudah mulai besar. Setelah proses tanam selesai, lakukan penyiraman secukupnya.
Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi cuaca. Selain itu, pemupukan susulan diberikan setiap dua minggu agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
Jadwal pemupukan yang direkomendasikan meliputi:
Pupuk dasar: Pupuk kandang dan Borate.
14 HST: NPK 25-7-7.
28 HST: NPK 25-7-7.
42 HST: NPK 25-7-7, NPK 16-16-16, Calcium, dan KCL.
56 HST: NPK 16-16-16, Calcium, dan KCL.
70 HST: Calcium dan KP.
84 HST: KP.
Di samping itu, tanaman yang mulai tinggi perlu diikat pada ajir agar tetap tegak dan tidak mudah roboh.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama maupun penyakit dilakukan ketika tingkat serangan telah mencapai ambang ekonomi. Sebagai langkah pencegahan, kebersihan lahan perlu dijaga dengan membersihkan gulma secara rutin. Selain itu, sistem irigasi dan drainase yang baik akan membantu mengurangi kelembapan berlebih yang dapat memicu perkembangan penyakit.
Pemanenan
Panen dilakukan ketika buah telah matang sempurna dan berwarna merah. Selanjutnya, buah dipetik secara langsung dengan hati-hati agar kualitas hasil panen tetap terjaga.
Manfaat dan Aplikasi
Cabai Rawit Bara F1 dapat digunakan untuk budidaya cabai rawit pada lahan terbuka maupun lahan yang menggunakan mulsa plastik. Varietas ini sesuai diterapkan oleh petani skala kecil hingga perkebunan komersial karena mampu beradaptasi di berbagai ketinggian wilayah. Selain itu, ketahanan terhadap beberapa penyakit penting membantu menjaga produktivitas tanaman selama masa budidaya.
Standar Paket
Benih Cabai Rawit Bara F1.
Kemasan asli dari produsen.
Informasi dasar budidaya pada kemasan produk.
Sumber: Panah Merah.








Reviews
There are no reviews yet.