Paria Lipa

Paria hibrida berwarna hijau segar dengan adaptasi yang sangat luas. cocok untuk dataran rendah sampai menengah pada tanah berpasir atau liat, vigor tanaman bagus mampu beradaptasi segala musim baik di musim hujan maupun kemarau, bentuk buah silindris ujung menumpul, bobot 200 g – 250 g, keras dan toleran retak, cukup tahan serangan layu Fusarium, bercak mata kodok dan embun bulu, umur panen mulai 42 – 45 HST, hasil 3 – 4 kg/tanaman, 35 – 40 ton/ha.

SKU: Paria Lipa Category: Tag: Brand:

Description

Paria Lipa: Paria Hibrida Hijau Segar dengan Adaptasi Luas

Paria Lipa merupakan benih paria hibrida unggul yang menghasilkan buah berwarna hijau segar dengan kualitas tinggi. Varietas ini memiliki daya adaptasi yang sangat luas sehingga cocok ditanam di dataran rendah hingga menengah, baik pada tanah berpasir maupun tanah liat. Selain itu, vigor tanaman yang kuat membuat Paria Lipa mampu tumbuh optimal pada musim hujan maupun musim kemarau.

Dengan umur panen yang relatif genjah, hasil panen tinggi, serta ketahanan terhadap beberapa penyakit penting, Paria Lipa menjadi pilihan tepat bagi petani yang mengutamakan produktivitas dan kualitas buah.

Deskripsi Produk

Paria Lipa menghasilkan buah berbentuk silindris dengan ujung membulat atau menumpul. Bobot buah berkisar antara 200–250 gram per buah, memiliki tekstur keras sehingga lebih tahan terhadap keretakan selama proses panen maupun distribusi.

Di sisi lain, tanaman memiliki pertumbuhan yang vigor dan cukup tahan terhadap serangan penyakit seperti layu Fusarium, bercak mata kodok, dan embun bulu. Umur panen dapat dimulai sejak 42–45 HST, sedangkan produktivitasnya mampu mencapai 3–4 kg per tanaman atau sekitar 35–40 ton per hektare apabila dibudidayakan dengan teknik yang tepat.

Fitur Utama Produk dan Solusi

Paria Lipa dirancang untuk memberikan kemudahan budidaya sekaligus meningkatkan hasil panen.

  • Adaptasi sangat luas pada dataran rendah hingga menengah.

  • Cocok ditanam pada tanah berpasir maupun tanah liat.

  • Vigor tanaman kuat sehingga mampu tumbuh baik sepanjang musim.

  • Buah berwarna hijau segar dengan bentuk silindris dan ujung menumpul.

  • Bobot buah berkisar 200–250 gram.

  • Kulit buah keras sehingga lebih toleran terhadap retak.

  • Mulai dipanen pada umur 42–45 hari setelah tanam.

  • Produktivitas mencapai 3–4 kg per tanaman.

  • Potensi hasil mencapai 35–40 ton per hektare.

  • Cukup tahan terhadap penyakit layu Fusarium, bercak mata kodok, dan embun bulu.

Technical Spesifikasi

SpesifikasiKeterangan
Nama ProdukParia Lipa
JenisBenih Paria Hibrida
Warna BuahHijau segar
Bentuk BuahSilindris, ujung menumpul
Bobot Buah200–250 gram
AdaptasiDataran rendah hingga menengah
Jenis TanahBerpasir dan liat
Vigor TanamanSangat baik
Umur Panen42–45 HST
Produktivitas3–4 kg/tanaman
Potensi Hasil35–40 ton/ha
Ketahanan PenyakitLayu Fusarium, bercak mata kodok, embun bulu

Manfaat dan Aplikasi

Paria Lipa sangat sesuai untuk budidaya komersial maupun skala rumah tangga karena mampu memberikan hasil yang stabil pada berbagai kondisi lingkungan.

Selain menghasilkan buah berkualitas, varietas ini membantu petani memperoleh panen lebih cepat sehingga perputaran modal menjadi lebih singkat. Ketahanan tanaman terhadap beberapa penyakit utama juga dapat mengurangi risiko kehilangan hasil. Oleh karena itu, Paria Lipa banyak dipilih untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional, supermarket, hingga pemasok sayuran segar.

Agar produktivitas tetap optimal, budidaya sebaiknya didukung dengan pengolahan lahan yang baik, pemupukan berimbang, pemasangan turus sejak dini, serta pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.

Standart Paket

Dalam setiap pembelian benih Paria Lipa, paket umumnya meliputi:

  • Benih Paria Lipa berkualitas.

  • Kemasan berlabel resmi.

  • Informasi singkat mengenai teknik budidaya.

  • Petunjuk dasar penanaman dan pemeliharaan.

Panduan Budidaya Paria Lipa

Persiapan Lahan

Pengolahan lahan dilakukan sekitar 3–4 minggu sebelum tanam dengan cara membajak atau mencangkul tanah. Tujuannya adalah memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aerasi, mengendalikan gulma, serta mempermudah pembuatan bedengan.

Selanjutnya, bedengan dibuat dengan lebar 110–120 cm, tinggi 30–50 cm, dan jarak antarbedengan 40–60 cm. Setelah itu, pupuk kandang diberikan sebanyak 1 kg per lubang tanam. Apabila pH tanah di bawah 6, tambahkan kapur pertanian sebanyak 2 ton/ha. Sebagai pupuk dasar, aplikasikan Urea 20 g, SP-36 20 g, dan KCl 10 g per tanaman.

Persemaian

Sebelum disemai, media tanam dibuat dari campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1. Kemudian, benih dipersiapkan melalui beberapa tahapan agar daya tumbuh lebih optimal.

  • Pangkas sedikit bagian tepi kulit benih.

  • Rendam benih selama 24 jam.

  • Peram menggunakan kain lembut atau kertas koran hingga berkecambah.

  • Tanam benih sedalam sekitar dua pertiga bagian pada polybag atau langsung di lahan.

  • Tutup persemaian menggunakan karung goni atau kertas hingga kecambah muncul.

  • Siram media setiap pagi dan sore.

  • Bibit siap dipindahkan saat berumur 12–15 hari.

Penanaman

Budidaya Paria Lipa dapat dilakukan melalui dua metode.

Penanaman Langsung

Benih yang telah berkecambah langsung ditanam di lahan tanpa melalui persemaian. Selanjutnya, kecambah ditutup menggunakan pelepah pisang hingga tumbuh ke permukaan.

Penanaman Menggunakan Bibit

Bibit hasil persemaian dipindahkan ketika telah memiliki 2–4 helai daun atau berumur sekitar 15 hari. Setelah itu, lakukan penanaman sesuai jarak tanam yang telah ditentukan.

Pemeliharaan

Perawatan tanaman sangat menentukan keberhasilan budidaya.

Penyulaman dilakukan maksimal satu minggu setelah tanam untuk mengganti tanaman yang mati.

Pengairan diberikan setiap 3–5 hari sekali, terutama saat musim kemarau atau sesuai kondisi kelembapan lahan.

Pemupukan susulan dimulai satu minggu setelah tanam menggunakan Urea 5 g, SP-36 4 g, dan KCl 4 g per tanaman. Selanjutnya, pemupukan diulang setiap dua minggu sekali. Selain itu, pupuk daun dapat diaplikasikan setiap minggu untuk mendukung pertumbuhan vegetatif.

Pemasangan turus sebaiknya dilakukan sejak awal agar tanaman dapat merambat dengan baik. Petani dapat memilih sistem rambatan tunggal, ganda, maupun para-para sesuai kebutuhan lahan dan ketersediaan bahan.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama utama yang sering menyerang adalah ulat daun dan lalat buah. Oleh sebab itu, pengamatan rutin perlu dilakukan agar serangan dapat dikendalikan sejak dini menggunakan insektisida yang sesuai dengan rekomendasi setempat.

Sementara itu, penyakit busuk batang yang disebabkan oleh jamur Fusarium dapat dicegah dengan sistem drainase yang baik serta penggunaan fungisida apabila diperlukan. Dengan demikian, kesehatan tanaman tetap terjaga hingga masa panen.

Panen

Paria Lipa mulai dapat dipanen pada umur sekitar 50–60 hari setelah semai atau 45–50 hari setelah tanam. Selanjutnya, panen dilakukan setiap 3–5 hari sekali sesuai tingkat kematangan buah dan permintaan pasar. Panen secara rutin akan membantu menjaga kualitas buah sekaligus merangsang pembentukan buah berikutnya.

Additional information

Weight1 kg
Dimensions10 × 10 × 10 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.