Paria Oktan

Paria Oktan adalah varietas sayuran hijau dengan bentuk yang unik dan rasa pahit yang khas, sering digunakan dalam masakan Asia. Dikenal karena kandungan nutrisinya yang tinggi, paria ini mengandung banyak vitamin dan serat. Cocok untuk menambahkan rasa dan nilai gizi dalam berbagai hidangan sehat.

Description

Paria Oktan: Varietas Paria Genjah Berproduksi Tinggi untuk Dataran Rendah dan Menengah

Paria Oktan merupakan varietas paria unggul yang memiliki pertumbuhan cepat, produktivitas tinggi, serta mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah hingga menengah. Varietas ini telah memperoleh Nomor SK Kementan: 101/Kpts/SR.120/D.2.7/6/2019, sehingga kualitas dan performanya telah diakui secara resmi.

Dengan umur panen yang relatif singkat sekitar 40 HST, Paria Oktan menjadi pilihan tepat bagi petani yang menginginkan perputaran tanam lebih cepat tanpa mengurangi potensi hasil. Selain itu, bobot buah yang seragam dan potensi produksi mencapai 40 ton per hektare menjadikan varietas ini sangat menarik untuk budidaya komersial.

Fitur Utama Produk dan Solusi

Paria Oktan menawarkan berbagai keunggulan yang mampu menjawab kebutuhan budidaya paria modern.

  • Memiliki umur panen genjah sekitar 40 Hari Setelah Tanam (HST) sehingga mempercepat masa produksi.

  • Cocok ditanam di dataran rendah maupun dataran menengah dengan pertumbuhan yang stabil.

  • Menghasilkan buah berbobot sekitar 220–240 gram per buah dengan ukuran yang seragam.

  • Berpotensi menghasilkan hingga 40 ton per hektare apabila dibudidayakan sesuai anjuran.

  • Memiliki ketahanan terhadap NMK, sehingga membantu mengurangi risiko serangan penyakit tertentu.

  • Sesuai untuk budidaya skala rumah tangga maupun pertanian komersial yang membutuhkan hasil tinggi dan kualitas buah yang konsisten.

Technical Spesifikasi

SpesifikasiKeterangan
Nama VarietasParia Oktan
Nomor SK Kementan101/Kpts/SR.120/D.2.7/6/2019
Rekomendasi DataranRendah, Menengah
Ketahanan PenyakitNMK
Umur Panen±40 HST
Bobot Buah220–240 gram/buah
Potensi HasilHingga 40 ton/ha
PVT

Manfaat dan Aplikasi

Paria Oktan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan budidaya karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Oleh karena itu, varietas ini cocok dikembangkan pada lahan pertanian di berbagai wilayah dataran rendah maupun menengah.

Selain memberikan produktivitas tinggi, Paria Oktan juga mendukung efisiensi usaha tani karena masa panennya lebih cepat. Dengan demikian, petani dapat mempercepat siklus tanam sekaligus meningkatkan peluang memperoleh keuntungan.

Di sisi lain, ukuran buah yang relatif seragam memudahkan proses sortir, distribusi, hingga pemasaran. Karena alasan tersebut, varietas ini banyak diminati untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional maupun modern.

Standar Paket

Produk Paria Oktan umumnya tersedia dalam kemasan benih asli dengan informasi varietas yang lengkap.

Standar paket meliputi:

  • Benih Paria Oktan.

  • Kemasan original berlabel.

  • Informasi nomor varietas dan rekomendasi budidaya.

  • Petunjuk dasar penanaman.

Panduan Budidaya Paria Oktan

Persiapan Lahan

Sebelum penanaman, lakukan pengolahan lahan sekitar 3–4 minggu lebih awal dengan cara membajak atau mencangkul tanah. Langkah ini bertujuan memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aerasi, mempercepat dekomposisi gulma, serta memudahkan pembentukan bedengan.

Selanjutnya, buat bedengan dengan lebar 110–120 cm, tinggi 30–50 cm, dan jarak antarbedengan 40–60 cm. Berikan pupuk kandang sebanyak 1 kg per lubang tanam. Apabila pH tanah kurang dari 6, aplikasikan kapur pertanian sebanyak 2 ton per hektare. Setelah itu, tambahkan pupuk dasar berupa Urea 20 g, SP-36 20 g, dan KCl 10 g per tanaman sekitar 7 hari sebelum tanam.

Persemaian

Media semai dibuat dari campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1, kemudian dimasukkan ke dalam polybag.

Agar daya tumbuh benih optimal, lakukan beberapa tahapan berikut:

  • Pangkas sedikit bagian tepi kulit benih.

  • Rendam benih selama 24 jam.

  • Peram menggunakan kain lembut atau kertas koran hingga berkecambah.

  • Tanam benih berkecambah sedalam 2/3 bagian benih pada polybag atau langsung di lahan.

  • Tutup persemaian menggunakan karung goni atau kertas sampai kecambah muncul.

  • Siram setiap pagi dan sore secara teratur.

Bibit siap dipindahkan ketika berumur sekitar 12–15 hari.

Penanaman

Budidaya Paria Oktan dapat dilakukan melalui dua metode.

Metode pertama adalah tanam langsung, yaitu benih yang telah berkecambah segera ditanam di lahan dan ditutup menggunakan pelepah pisang hingga tunas muncul.

Sementara itu, metode kedua menggunakan persemaian. Bibit dipelihara dalam polybag selama kurang lebih 15 hari, kemudian dipindahkan ke lahan saat telah memiliki 2–4 helai daun.

Pemeliharaan

Supaya pertumbuhan tanaman tetap optimal, lakukan pemeliharaan secara rutin.

  • Lakukan penyulaman maksimal satu minggu setelah tanam apabila terdapat tanaman yang mati.

  • Berikan pengairan setiap 3–5 hari, terutama saat musim kemarau.

  • Lakukan pemupukan susulan mulai umur 1 minggu setelah tanam menggunakan Urea 5 g, SP-36 4 g, dan KCl 4 g per tanaman. Selanjutnya, ulangi setiap dua minggu sekali.

  • Tambahkan pupuk daun seminggu sekali bila diperlukan.

  • Pasang turus atau para-para sejak awal pertumbuhan agar tanaman dapat merambat dengan baik.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian dilakukan secara rutin agar produktivitas tanaman tetap tinggi.

Ulat daun dapat menyebabkan daun berlubang akibat gigitan. Oleh sebab itu, pengendalian dapat dilakukan menggunakan insektisida yang direkomendasikan sesuai petunjuk penggunaan.

Lalat buah menyerang buah muda hingga menyebabkan pembusukan. Karena itu, pengendalian perlu dilakukan sejak awal dengan sanitasi kebun dan aplikasi insektisida yang sesuai.

Busuk batang disebabkan oleh jamur Fusarium. Untuk mencegah penyebarannya, buat sistem drainase yang baik serta gunakan fungisida yang direkomendasikan apabila diperlukan.

Panen

Paria Oktan mulai dapat dipanen pada umur sekitar 50–60 Hari Setelah Semai (HSS) atau 45–50 Hari Setelah Tanam (HST), bergantung pada kondisi budidaya. Selanjutnya, pemanenan dapat dilakukan setiap 3–5 hari sekali sesuai tingkat kematangan buah dan permintaan pasar.

Dengan panen yang teratur, kualitas buah tetap terjaga sekaligus memberikan hasil produksi yang optimal sepanjang masa panen.

Additional information

Weight1 kg
Dimensions10 × 10 × 10 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.