Description
Cabai Rawit Rajo
Cabai Rawit Rajo merupakan varietas cabai rawit yang telah memperoleh Nomor SK Kementan: 068/Kpts/SR.120/D.2.7/7/2020 dan direkomendasikan untuk budidaya di dataran tinggi. Varietas ini memiliki potensi hasil yang tinggi, ukuran buah seragam, serta ketahanan terhadap penyakit layu bakteri sehingga menjadi pilihan tepat bagi petani yang mengutamakan produktivitas dan kualitas panen.
Selain memiliki daya adaptasi yang baik di daerah pegunungan, Cabai Rawit Rajo juga menghasilkan buah berukuran kecil dengan warna merah cerah saat matang. Oleh karena itu, varietas ini sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan pasar segar maupun distribusi ke berbagai daerah. Dengan penerapan teknik budidaya yang tepat, petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal dan berkelanjutan.
Fitur Utama Produk dan Solusi
Cabai Rawit Rajo menawarkan produktivitas yang tinggi dengan potensi hasil mencapai 15–19 ton per hektare. Karena itu, varietas ini mampu meningkatkan peluang keuntungan bagi petani.
Varietas ini direkomendasikan untuk dataran tinggi, sehingga sangat sesuai ditanam pada wilayah dengan suhu yang lebih sejuk. Selain itu, tanaman memiliki ketahanan terhadap penyakit layu bakteri, yang membantu mengurangi risiko kehilangan hasil akibat serangan penyakit.
Buah Cabai Rawit Rajo memiliki bobot sekitar 2–3 gram per buah dengan ukuran yang seragam. Dengan demikian, hasil panen menjadi lebih menarik untuk dipasarkan dan memiliki nilai jual yang baik.
Masa panennya berkisar 116–121 Hari Setelah Tanam (HST). Selanjutnya, petani dapat melakukan panen saat buah telah berwarna merah sempurna untuk memperoleh kualitas terbaik.
Technical Spesifikasi
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Varietas | Cabai Rawit Rajo |
| Nomor SK Kementan | 068/Kpts/SR.120/D.2.7/7/2020 |
| Rekomendasi Dataran | Tinggi |
| Ketahanan Penyakit | Layu Bakteri |
| Umur Panen | 116–121 HST |
| Bobot Buah | 2–3 gram per buah |
| Potensi Hasil | 15–19 ton/ha |
| PVT | – |
Manfaat dan Aplikasi
Cabai Rawit Rajo cocok dibudidayakan oleh petani komersial maupun pekebun skala kecil yang berada di wilayah dataran tinggi. Di samping itu, varietas ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional, supermarket, hingga industri pengolahan cabai.
Ketahanan terhadap penyakit layu bakteri membantu mengurangi risiko kerusakan tanaman selama masa budidaya. Sementara itu, produktivitas yang tinggi memberikan peluang peningkatan hasil panen apabila didukung dengan pemupukan dan perawatan yang sesuai.
Dengan ukuran buah yang seragam dan warna merah cerah saat matang, Cabai Rawit Rajo juga memiliki daya tarik yang baik di pasar. Oleh sebab itu, varietas ini menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi petani yang mengutamakan kualitas serta kontinuitas produksi.
Standar Paket
Setiap kemasan benih Cabai Rawit Rajo diproduksi sesuai standar mutu perusahaan untuk menjaga kualitas benih hingga diterima oleh pengguna. Selain itu, benih telah melalui proses seleksi sehingga memiliki mutu yang baik untuk kegiatan budidaya.
Isi paket meliputi benih Cabai Rawit Rajo dalam kemasan asli pabrikan beserta informasi dasar mengenai varietas. Dengan demikian, petani dapat langsung memulai proses persemaian sesuai dengan rekomendasi budidaya yang dianjurkan.
Panduan Budidaya Singkat
Persiapan Lahan
Pertama, lakukan pengolahan tanah menggunakan traktor, kemudian diamkan selama satu minggu. Setelah itu, tanah diolah kembali menggunakan rotary sambil menambahkan pupuk kandang sebanyak 30–40 ton/ha serta kapur pertanian sesuai kebutuhan.
Selanjutnya, bentuk bedengan dan aplikasikan pupuk dasar secara merata atau pada lubang tanam. Bedengan kemudian ditutup menggunakan mulsa dan didiamkan selama satu minggu sebelum penanaman. Lubang tanam dibuat dengan jarak 50 × 40 cm untuk sistem single row atau 60 × 50 cm untuk double row zig-zag.
Persemaian
Benih disemai di dalam polybag selama 18–28 hari. Media semai terdiri atas campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Apabila benih telah memperoleh perlakuan coating, benih tidak perlu diperam sebelum disemai.
Penanaman
Bibit siap dipindahkan setelah memiliki sekitar lima helai daun. Selanjutnya, tanam satu bibit pada setiap lubang tanam. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar bibit tidak mengalami stres akibat suhu tinggi.
Pada saat yang sama, pasang ajir sebagai penyangga tanaman sehingga akar tidak terganggu pada fase pertumbuhan berikutnya. Setelah penanaman selesai, lakukan penyiraman secukupnya.
Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Selain itu, pemupukan susulan diberikan setiap dua minggu menggunakan pupuk NPK yang ditaburkan di sekitar tanaman, kemudian disiram.
Jadwal pemupukan yang dianjurkan meliputi:
Pupuk dasar: Pupuk kandang dan Borate.
14 HST: NPK 25-7-7.
28 HST: NPK 25-7-7.
42 HST: NPK 25-7-7, NPK 16-16-16, Calcium, dan KCL.
56 HST: NPK 16-16-16, Calcium, dan KCL.
70 HST: Calcium dan KP.
84 HST: KP.
Sementara itu, tanaman yang mulai tinggi perlu diikat pada ajir agar tetap tegak dan tidak mudah roboh.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian dilakukan apabila tingkat serangan telah mencapai ambang ekonomi. Di samping itu, pencegahan dapat dilakukan dengan membersihkan gulma di sekitar tanaman, menjaga sanitasi lahan, serta menerapkan sistem irigasi dan drainase yang baik. Dengan cara tersebut, risiko serangan hama dan penyakit dapat ditekan.
Pemanenan
Panen dilakukan ketika buah telah berwarna merah sempurna. Selanjutnya, buah dipetik secara langsung agar kualitas hasil panen tetap terjaga. Dengan pemanenan yang tepat waktu, mutu Cabai Rawit Rajo akan lebih optimal untuk dipasarkan.
Sumber: https://panahmerah.id/id








Reviews
There are no reviews yet.