Description
Cabai Rawit Dewata 43 F1
Cabai Rawit Dewata 43 F1 merupakan benih cabai rawit hibrida yang cocok dikembangkan pada dataran rendah, menengah, maupun tinggi. Varietas ini dirancang untuk membantu petani memperoleh pertumbuhan tanaman yang seragam serta mendukung produktivitas budidaya dengan penerapan teknik budidaya yang tepat. Oleh karena itu, benih ini dapat menjadi pilihan bagi petani yang menginginkan hasil panen berkualitas di berbagai kondisi lahan.
Deskripsi Produk
Cabai Rawit Dewata 43 F1 adalah benih cabai rawit hibrida yang dapat dibudidayakan di berbagai ketinggian wilayah, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Dengan pengelolaan lahan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit yang sesuai, tanaman mampu tumbuh optimal dan menghasilkan buah merah yang siap dipanen.
Selain memiliki adaptasi yang luas, benih ini juga mendukung sistem budidaya menggunakan mulsa plastik, ajir, serta pemupukan bertahap sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal. Dengan demikian, Cabai Rawit Dewata 43 F1 cocok digunakan baik oleh petani skala kecil maupun budidaya komersial.
Fitur Utama Produk dan Solusi
Cabai Rawit Dewata 43 F1 menawarkan berbagai keunggulan yang membantu proses budidaya menjadi lebih efektif, antara lain:
Cocok untuk budidaya di dataran rendah, menengah, dan tinggi.
Benih hibrida dengan pertumbuhan tanaman yang seragam.
Mendukung sistem tanam single row maupun double row zig-zag.
Sesuai untuk budidaya menggunakan mulsa plastik.
Dapat dipadukan dengan program pemupukan bertahap agar pertumbuhan tanaman lebih optimal.
Membantu petani memperoleh tanaman yang kuat melalui penggunaan ajir sejak awal penanaman.
Cocok untuk panen buah merah segar sesuai tingkat kematangan.
Technical Spesifikasi
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Produk | Cabai Rawit Dewata 43 F1 |
| Jenis | Benih Cabai Rawit Hibrida |
| Nomor SK Kementan | – |
| Rekomendasi Dataran | Rendah, Menengah, Tinggi |
| Ketahanan Penyakit | – |
| Umur Panen (HST) | – |
| Bobot per Buah (g) | – |
| Potensi Hasil (ton/ha) | – |
| PVT | – |
Panduan Budidaya Cabai Rawit Dewata 43 F1
Persiapan Lahan
Pertama, lahan diolah menggunakan traktor lalu didiamkan selama satu minggu. Selanjutnya, tanah dibalik menggunakan rotary dan dicampur pupuk kandang sebanyak 30–40 ton per hektare serta kapur pertanian sesuai kebutuhan. Setelah itu, lahan kembali didiamkan selama satu minggu.
Berikutnya, tanah dibentuk menjadi bedengan. Pupuk dasar dapat ditebarkan pada lubang tanam atau merata di atas bedengan. Kemudian, bedengan ditutup menggunakan mulsa dan dibiarkan selama satu minggu sebelum penanaman. Setelah bibit siap, mulsa dilubangi dengan jarak tanam 50 × 40 cm untuk sistem single row atau 60 × 50 cm untuk double row zig-zag.
Persemaian
Benih disemai di dalam polybag selama kurang lebih 18–28 hari. Media semai menggunakan campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Sementara itu, benih yang telah mendapatkan perlakuan coating sebaiknya langsung disemai tanpa proses pemeraman.
Penanaman
Bibit dipindahkan ke lahan setelah memiliki sekitar lima helai daun. Setiap lubang tanam diisi satu tanaman agar pertumbuhan lebih optimal. Sebaiknya proses penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari untuk mengurangi risiko tanaman muda mengalami stres akibat suhu tinggi.
Pada saat yang sama, pasang ajir atau turus sebagai penyangga tanaman sehingga akar tidak terganggu apabila pemasangan dilakukan lebih awal. Sesudah penanaman selesai, lakukan penyiraman secukupnya.
Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Selanjutnya, pemupukan susulan diberikan setiap dua minggu dengan menaburkan pupuk di sekitar tanaman, kemudian disiram agar unsur hara lebih mudah diserap.
Program pemupukan yang dianjurkan meliputi:
Pupuk dasar: Pupuk kandang dan Borate.
14 HST: NPK 25-7-7.
28 HST: NPK 25-7-7.
42 HST: NPK 25-7-7, NPK 16-16-16, Calcium, dan KCL.
56 HST: NPK 16-16-16, Calcium, dan KCL.
70 HST: Calcium dan KP.
84 HST: KP.
Selain itu, tanaman yang mulai tinggi perlu diikat pada ajir agar tetap tegak dan tidak mudah roboh.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila tingkat serangan telah mencapai ambang ekonomi. Sebagai langkah pencegahan, area sekitar tanaman perlu dijaga tetap bersih dari gulma. Di samping itu, sistem irigasi dan drainase yang baik akan membantu mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit tanaman.
Pemanenan
Panen dilakukan ketika buah telah matang sempurna dan berwarna merah. Selanjutnya, buah dipetik secara langsung agar kualitas hasil panen tetap terjaga.
Manfaat dan Aplikasi
Cabai Rawit Dewata 43 F1 memberikan fleksibilitas bagi petani karena dapat dibudidayakan pada berbagai kondisi dataran. Selain itu, benih ini sesuai diterapkan pada sistem budidaya modern menggunakan mulsa plastik, ajir, dan pemupukan bertahap. Dengan penerapan teknik budidaya yang tepat, tanaman dapat tumbuh lebih optimal sehingga mendukung produksi cabai untuk kebutuhan pasar segar maupun distribusi komersial.
Standar Paket
Produk yang diterima meliputi:
Benih Cabai Rawit Dewata 43 F1 dalam kemasan asli pabrikan.
Kemasan tersegel untuk menjaga mutu benih.
Informasi dasar penggunaan dan budidaya sesuai petunjuk pada kemasan.
Sumber: https://panahmerah.id/id









Reviews
There are no reviews yet.