Cabai Keriting Lado F1

Cabai Keriting Lado F1 adalah varietas hibrida unggul dengan rasa pedas yang intens dan hasil panen yang melimpah. Tumbuh baik di berbagai kondisi, cabai ini memiliki ketahanan terhadap penyakit yang baik dan cocok untuk berbagai masakan pedas favorit. Pilihan ideal bagi petani yang menginginkan cabai berkualitas tinggi dan produktivitas yang stabil.

Description

Cabai Keriting Lado F1

Cabai Keriting Lado F1 merupakan varietas cabai keriting unggulan yang cocok dibudidayakan pada dataran rendah hingga menengah. Varietas ini memiliki potensi hasil tinggi dengan produktivitas mencapai 1,2–1,5 kg per tanaman. Selain itu, Lado F1 menghasilkan buah dengan kualitas grade-A yang tetap terjaga apabila dilakukan perawatan intensif serta pengaturan nutrisi yang tepat.

Buah Cabai Keriting Lado F1 memiliki ukuran rata-rata panjang 15–18 cm dengan diameter sekitar 0,7–0,9 cm. Dalam satu kilogram cabai, terdapat sekitar 150–180 buah dengan bobot per buah berkisar 4–5 gram. Oleh karena itu, varietas ini menjadi pilihan yang sesuai untuk petani yang mengutamakan kualitas dan hasil panen optimal.

Masa panen Cabai Keriting Lado F1 dapat berbeda tergantung kondisi lingkungan dan lokasi budidaya. Secara umum, tanaman mulai dapat dipanen pada umur 95–105 hari setelah tanam, serta mampu menghasilkan dua periode panen dengan ukuran buah yang tetap memenuhi standar pasar.

Varietas ini juga memiliki ketahanan terhadap penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Pseudomonas solanacearum, sehingga membantu mengurangi risiko kehilangan hasil selama proses budidaya.

Fitur Utama Produk dan Solusi

Cabai Keriting Lado F1 menawarkan beberapa keunggulan yang mendukung produktivitas pertanian, di antaranya:

  • Cocok ditanam pada berbagai kondisi dataran, mulai dari dataran rendah hingga menengah.

  • Memiliki potensi hasil tinggi hingga 18–20 ton/ha dengan pengelolaan budidaya yang baik.

  • Menghasilkan buah dengan ukuran seragam dan kualitas grade-A.

  • Memiliki daya tahan terhadap penyakit layu bakteri (Bw).

  • Umur panen relatif cepat sehingga dapat mendukung perputaran produksi petani.

  • Mampu mempertahankan kualitas buah pada periode panen berikutnya.

Selain itu, penggunaan pupuk berimbang seperti unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) serta tambahan unsur Calcium dapat membantu mengurangi risiko Fruit End Yellowing atau gejala ujung buah menguning.

Technical Spesifikasi

ParameterDetail
Nama VarietasCabai Keriting Lado F1
Jenis TanamanCabai Keriting
Rekomendasi DataranRendah, Menengah, Tinggi
Nomor SK Kementan138/Kpts/TP.240/3/2000
Umur Panen100–120 HST
Bobot per Buah4–5 gram
Panjang Buah15–18 cm
Diameter Buah0,7–0,9 cm
Jumlah Buah per Kg150–180 buah
Potensi Hasil18–20 ton/ha
Potensi Produksi Tanaman1,2–1,5 kg/tanaman
Ketahanan PenyakitLayu bakteri (Bw)
PVT

Manfaat dan Aplikasi

Cabai Keriting Lado F1 dapat diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan budidaya, baik pada skala pertanian komersial maupun pengembangan usaha tani modern.

Keunggulan produktivitas dan kualitas buah membuat varietas ini sesuai digunakan oleh petani yang ingin memperoleh hasil panen dengan standar pasar yang baik. Di samping itu, ketahanan terhadap layu bakteri memberikan keuntungan dalam menjaga kestabilan produksi, terutama pada area yang memiliki risiko penyakit tanaman.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, petani disarankan menerapkan pengelolaan lahan yang baik, pemupukan berimbang, pengaturan irigasi, serta pengendalian hama dan penyakit secara tepat.

Standart Paket

Paket budidaya Cabai Keriting Lado F1 mencakup benih berkualitas yang siap digunakan untuk proses persemaian dan penanaman.

Panduan budidaya yang direkomendasikan meliputi:

Persiapan Lahan

  • Tanah dilakukan proses traktor kemudian didiamkan selama satu minggu.

  • Tanah dibalik menggunakan rotary dengan tambahan pupuk kandang sebanyak 30–40 ton/ha serta kapur pertanian sesuai kebutuhan.

  • Bedengan dibuat setelah proses pengolahan tanah selesai, kemudian diberikan pupuk dasar dan pemasangan mulsa.

Persemaian

  • Benih disemai dalam polybag selama 18–28 hari.

  • Media semai menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1.

  • Benih coating tidak perlu melalui proses pemeraman.

Penanaman

  • Bibit siap tanam setelah memiliki sekitar lima helai daun.

  • Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari untuk mengurangi risiko stres tanaman.

  • Setiap lubang tanam diisi satu tanaman dan diberikan ajir/turus sebagai penyangga.

Pemeliharaan

  • Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman.

  • Pemupukan susulan dilakukan setiap dua minggu menggunakan pupuk sesuai fase pertumbuhan.

Rekomendasi pemupukan:

  • Pupuk dasar: Pupuk kandang dan Borate.

  • 14 HST: NPK (25-7-7).

  • 28 HST: NPK (25-7-7).

  • 42 HST: NPK (25-7-7), NPK (16-16-16), Calcium, KCL.

  • 56 HST: NPK (16-16-16), Calcium, KCL.

  • 70 HST: Calcium, KP.

  • 84 HST: KP.

  • 100 HST: KP.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan area tanam, mengendalikan gulma, serta memastikan sistem irigasi dan drainase berjalan dengan baik. Tindakan pengendalian dilakukan apabila serangan hama atau penyakit mulai memberikan dampak ekonomi terhadap tanaman.

Pemanenan
Panen dilakukan ketika buah telah matang sempurna dan berubah warna menjadi merah. Proses pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah secara langsung agar kualitas tetap terjaga.

Sumber: https://panahmerah.id/id

Additional information

Weight1 kg
Dimensions10 × 10 × 10 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.