Description
Cabai Baja
Cabai Baja merupakan varietas cabai yang dirancang untuk membantu petani memperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal dengan potensi hasil yang baik melalui penerapan teknik budi daya yang tepat. Varietas ini cocok dibudidayakan pada berbagai sentra produksi cabai dengan memperhatikan kondisi lahan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.
Cabai Baja menjadi pilihan bagi petani yang mengutamakan produktivitas dan kualitas hasil panen. Dengan penerapan budidaya yang benar, tanaman mampu tumbuh kuat, menghasilkan buah berkualitas, serta memberikan hasil panen yang maksimal. Selain itu, varietas ini mudah dipadukan dengan sistem budidaya modern menggunakan mulsa plastik dan pemupukan bertahap.
Fitur Utama Produk dan Solusi
Cabai Baja menawarkan berbagai keunggulan untuk mendukung keberhasilan budidaya.
Membantu menghasilkan tanaman yang tumbuh seragam.
Cocok ditanam menggunakan sistem bedengan bermulsa.
Mendukung produktivitas tinggi dengan program pemupukan bertahap.
Dapat dibudidayakan pada lahan yang telah dipersiapkan secara optimal.
Memiliki sistem budidaya yang mudah diterapkan oleh petani.
Mendukung kualitas buah yang baik hingga masa panen.
Membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan melalui penggunaan ajir dan mulsa.
Sesuai untuk budidaya skala kecil maupun komersial.
Technical Spesifikasi
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Produk | Cabai Baja |
| Nomor SK Kementan | – |
| Rekomendasi Dataran | – |
| Ketahanan Penyakit | – |
| Umur Panen (HST) | – |
| Bobot per Buah | – |
| Potensi Hasil | – |
| PVT | – |
| Jarak Tanam Single Row | 50 × 40 cm |
| Jarak Tanam Double Row Zig-zag | 60 × 50 cm |
| Umur Persemaian | 18–28 hari |
| Media Semai | Tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1) |
| Pupuk Dasar | Pupuk kandang 30–40 ton/ha, kapur pertanian, Borate |
| Sistem Panen | Dipetik saat buah berwarna merah |
Manfaat dan Aplikasi
Cabai Baja memberikan banyak manfaat apabila dibudidayakan sesuai rekomendasi teknis. Pertama, persiapan lahan yang baik mampu menciptakan media tanam yang subur sehingga akar berkembang lebih optimal. Selanjutnya, penggunaan pupuk kandang, kapur pertanian, dan mulsa membantu menjaga kesuburan tanah sekaligus mempertahankan kelembapan.
Selain itu, persemaian menggunakan media tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1 menghasilkan bibit yang sehat. Setelah bibit memiliki lima helai daun, tanaman dapat dipindahkan ke lahan agar pertumbuhannya lebih cepat menyesuaikan lingkungan tanam.
Selama masa pemeliharaan, penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Kemudian, pemupukan susulan diberikan setiap dua minggu menggunakan kombinasi pupuk NPK, Calcium, KCl, dan KP sesuai fase pertumbuhan. Dengan demikian, tanaman memperoleh nutrisi yang cukup hingga masa pembentukan buah.
Di sisi lain, pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila tingkat serangan sudah melewati ambang ekonomi. Oleh karena itu, kebersihan lahan, drainase yang baik, serta pengendalian gulma perlu diterapkan sejak awal untuk mengurangi risiko serangan organisme pengganggu tanaman.
Akhirnya, panen dilakukan ketika buah telah matang sempurna dengan warna merah. Buah dipetik secara langsung sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga.
Standar Paket
Paket informasi budidaya Cabai Baja meliputi:
Panduan persiapan lahan.
Rekomendasi persemaian benih.
Petunjuk penanaman.
Jadwal pemupukan dasar dan susulan.
Panduan pemeliharaan tanaman.
Rekomendasi pengendalian hama dan penyakit.
Panduan waktu dan cara pemanenan.
Panduan Budidaya Cabai Baja
Persiapan Lahan
Mula-mula, tanah diolah menggunakan traktor lalu dibiarkan selama satu minggu. Setelah itu, tanah dibalik memakai rotary dan dicampur pupuk kandang sebanyak 30–40 ton per hektare serta kapur pertanian sesuai kebutuhan. Kemudian, lahan didiamkan kembali selama satu minggu.
Berikutnya, tanah dibentuk menjadi bedengan. Pupuk dasar ditaburkan secara merata pada lubang tanam, lalu bedengan ditutup menggunakan mulsa plastik. Sesudah satu minggu, mulsa diberi lubang tanam dengan jarak 50 × 40 cm untuk sistem single row atau 60 × 50 cm untuk sistem double row zig-zag.
Persemaian
Benih disemai dalam polybag selama 18–28 hari. Media semai menggunakan campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Sementara itu, benih yang telah mendapatkan perlakuan coating tidak perlu diperam sebelum disemai.
Penanaman
Bibit siap dipindahkan setelah memiliki lima helai daun. Setiap lubang tanam diisi satu tanaman agar pertumbuhannya optimal. Sebaiknya penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari sehingga bibit tidak mengalami stres akibat suhu tinggi.
Selanjutnya, ajir dipasang bersamaan dengan proses tanam untuk menghindari kerusakan akar. Setelah seluruh bibit tertanam, tanaman segera disiram agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Selain itu, pemupukan susulan diberikan setiap dua minggu dengan menaburkan pupuk di sekitar tanaman kemudian dilanjutkan penyiraman.
Jadwal pemupukan meliputi:
Pupuk dasar: Pupuk kandang dan Borate.
14 HST: NPK 25-7-7.
28 HST: NPK 25-7-7.
42 HST: NPK 25-7-7, NPK 16-16-16, Calcium, dan KCl.
56 HST: NPK 16-16-16, Calcium, dan KCl.
70 HST: Calcium dan KP.
84 HST: KP.
100 HST: KP.
Di samping itu, tanaman yang mulai tinggi perlu diikat pada ajir agar tetap tegak dan tidak mudah roboh.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian dilakukan ketika serangan hama atau penyakit telah menimbulkan kerugian ekonomi. Namun demikian, tindakan pencegahan tetap menjadi langkah utama. Caranya adalah menjaga kebersihan lahan, mengendalikan gulma, serta membuat sistem irigasi dan drainase yang baik sehingga lingkungan tumbuh tanaman tetap sehat.
Pemanenan
Panen dilakukan ketika buah telah matang dengan warna merah merata. Selanjutnya, buah dipetik secara langsung menggunakan tangan agar kualitas hasil panen tetap terjaga.
Sumber: https://panahmerah.id/id










Reviews
There are no reviews yet.