Benih Bayam Merah MIRA

Rp18.000

Benih Bayam Merah MIRA adalah varietas bayam daun merah yang cepat panen, tahan blorok daun, tumbuh seragam, dan memiliki batang kokoh untuk hasil budidaya yang optimal.

SKU: Bayam Merah MIRA Category: Tag: Brand:

Description

Benih Bayam Merah MIRA

Benih Bayam Merah MIRA merupakan varietas bayam tipe daun merah yang dirancang untuk menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan cepat, seragam, dan vigor. Varietas ini cocok dibudidayakan di dataran rendah hingga menengah, serta tetap mampu beradaptasi dengan baik di dataran tinggi.

Selain memiliki batang yang kokoh, tegak, dan kuat, Benih Bayam Merah MIRA juga memiliki ketahanan terhadap penyakit powdery mildew (blorok daun). Oleh karena itu, tanaman dapat tumbuh lebih optimal meskipun ditanam pada kondisi lingkungan dengan kelembapan tinggi.

Dengan umur panen sekitar 25–30 hari setelah tanam (HST), varietas ini menjadi pilihan tepat bagi petani yang menginginkan siklus budidaya singkat. Di samping itu, potensi hasilnya mencapai 12–15 ton per hektar, sehingga cocok untuk budidaya komersial maupun skala rumahan.

Keunggulan Produk dan Solusi

Keunggulan Produk

  • Bayam tipe daun merah berkualitas.

  • Cocok ditanam di dataran rendah, menengah, dan tinggi.

  • Pertumbuhan cepat serta seragam.

  • Tanaman vigor dengan batang kokoh, tegak, dan kuat.

  • Tahan terhadap powdery mildew (blorok daun).

  • Umur panen relatif singkat, sekitar 25–30 HST.

  • Potensi hasil mencapai 12–15 ton per hektar.

Solusi untuk Petani

Benih Bayam Merah MIRA membantu petani memperoleh panen lebih cepat sehingga perputaran tanam menjadi lebih efisien. Selain itu, pertumbuhan tanaman yang seragam menghasilkan kualitas panen yang lebih konsisten.

Di sisi lain, ketahanan terhadap blorok daun mampu mengurangi risiko kehilangan hasil akibat serangan penyakit. Dengan demikian, biaya pemeliharaan dapat ditekan dan produktivitas lahan tetap terjaga.

Spesifikasi Produk

SpesifikasiKeterangan
Nama varietasMIRA
Jenis tanamanBayam merah
Nomor SK Kementan094/Kpts/SR.120/D.2.7/9/2013
Rekomendasi dataranRendah, menengah, dan tinggi
Umur panen25–30 hari setelah tanam (HST)
Potensi hasil12–15 ton per hektar
Ketahanan penyakitPowdery mildew (blorok daun)
Karakter tanamanPertumbuhan cepat, seragam, vigor, batang kokoh, tegak, dan kuat

Manfaat dan Aplikasi

Manfaat

Benih Bayam Merah MIRA memberikan berbagai keuntungan bagi petani maupun pelaku usaha hortikultura. Pertama, varietas ini membantu memperoleh panen lebih cepat sehingga waktu produksi menjadi lebih efisien.

Selain itu, pertumbuhan tanaman yang seragam mendukung hasil panen yang lebih konsisten. Ketahanan terhadap penyakit blorok daun juga membantu mengurangi risiko kerusakan tanaman selama masa budidaya.

Di samping itu, batang yang kuat membuat tanaman lebih tahan saat dipanen maupun didistribusikan ke pasar. Dengan demikian, kualitas hasil panen dapat tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Aplikasi

Varietas ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan budidaya, antara lain:

  • Budidaya bayam merah di lahan terbuka.

  • Pertanian intensif skala kecil maupun besar.

  • Produksi sayuran segar untuk pasar tradisional.

  • Produksi sayuran untuk supermarket dan pasar modern.

  • Budidaya dengan target panen cepat dan hasil berkualitas.

Standar Paket

Setiap pembelian Benih Bayam Merah MIRA umumnya terdiri atas:

  • Kemasan benih resmi.

  • Label produk.

  • Informasi varietas.

  • Panduan singkat budidaya dasar.

Panduan Budidaya Benih Bayam Merah MIRA

Persiapan Lahan

Persiapan lahan dilakukan sekitar 3–4 minggu sebelum tanam dengan cara membajak atau mencangkul tanah. Langkah ini bertujuan memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aerasi, mempercepat dekomposisi gulma, serta memudahkan pembentukan bedengan.

Selanjutnya, buat bedengan dengan ukuran sebagai berikut:

  • Lebar: 150–200 cm

  • Tinggi: 20–30 cm

  • Jarak antarbedengan: 40–50 cm

Sekitar satu minggu sebelum tanam, berikan pupuk dasar berupa:

  • Dolomit: 2 kg

  • Pupuk kandang: 27 kg per bedengan ukuran 1,5 × 18 meter

Kemudian, tebarkan pupuk secara merata, gemburkan kembali tanah, lalu siram hingga kondisi media menjadi lembap.

Penanaman

Berbeda dengan beberapa jenis sayuran lainnya, Benih Bayam Merah MIRA tidak memerlukan proses persemaian. Sebelum penebaran, campurkan benih dengan pasir kering agar penyebarannya lebih merata.

Selanjutnya, tebarkan campuran benih di atas bedengan secara merata. Setelah itu, tutup benih menggunakan tanah halus atau pupuk kandang. Terakhir, lakukan penyiraman perlahan menggunakan gembor hingga media cukup basah.

Pemeliharaan

Agar pertumbuhan tanaman tetap optimal, lakukan penyiangan sesuai kondisi gulma di lahan. Selain itu, penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari, terutama ketika cuaca sedang kering.

Apabila muncul serangan hama atau penyakit, segera lakukan pengendalian sesuai tingkat serangan sehingga kerusakan tanaman dapat diminimalkan.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan sebanyak dua kali selama masa pertumbuhan tanaman.

Pada umur 7 hari setelah semai (HSS), berikan pupuk Urea sebanyak 1 kg untuk setiap gulud berukuran 1,5 × 18 meter.

Selanjutnya, pada umur 15 HSS, aplikasikan campuran Urea dan Phonska dengan perbandingan 2:1 sebanyak 1 kg per gulud.

Setelah pemupukan selesai, lakukan penyiraman agar pupuk cepat larut sekaligus mengurangi risiko daun terbakar.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama Ulat Daun

Hama yang paling sering menyerang tanaman bayam adalah ulat perusak daun. Untuk mengatasinya, lakukan sanitasi lahan secara rutin. Apabila populasi hama meningkat, gunakan insektisida berbahan aktif Deltametrin atau Sipermetrin sesuai dosis pada label produk.

Rebah Kecambah (Pythium sp.)

Penyakit ini ditandai dengan batang dan daun yang menguning hingga kehitaman, kemudian membusuk. Oleh karena itu, lakukan penyemprotan fungisida berbahan aktif Mankozeb sesuai dosis anjuran. Selain itu, kebersihan lahan perlu dijaga agar penyebaran penyakit dapat ditekan.

Embun Tepung (Blorok Daun)

Embun tepung biasanya muncul saat kelembapan udara tinggi dan menyebabkan bercak putih kecokelatan pada daun. Untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, buang daun yang telah terinfeksi. Selanjutnya, perbaiki drainase lahan dan gunakan fungisida berbahan aktif Mankozeb sesuai anjuran apabila diperlukan.

Antraknosa

Gejala penyakit ini berupa bercak kuning kecokelatan hingga hitam pada daun. Jika serangan mulai terlihat, segera lakukan sanitasi lahan dan cabut tanaman yang terserang. Kemudian, aplikasikan fungisida berbahan aktif Propineb sesuai petunjuk penggunaan.

Pemanenan

Tanaman umumnya siap dipanen pada umur 25–30 hari setelah tanam (HST), meskipun waktu panen dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Pertama, cabut tanaman beserta akarnya.

Selanjutnya, bersihkan sisa tanah yang menempel, kemudian cuci hingga bersih.

Setelah itu, ikat hasil panen sesuai ukuran pemasaran.

Di beberapa daerah, tanaman juga dapat dipanen dengan cara dipotong tanpa mencabut akar. Terakhir, susun hasil panen dengan rapi sebelum dipasarkan. Sebagai acuan, 1 gulung umumnya terdiri atas sekitar 100–150 ikat.

Additional information

Weight1 kg
Dimensions10 × 10 × 10 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.