Description
Bawang Merah Sanren
Bawang Merah Sanren merupakan benih bawang merah biji hibrida yang dapat dibudidayakan di dataran rendah hingga dataran tinggi. Varietas ini dikembangkan untuk menghasilkan umbi berkualitas dengan aroma yang kuat, ukuran seragam, serta memiliki ketahanan yang baik terhadap penyakit utama seperti layu Fusarium dan antraknosa.
Setiap tanaman mampu menghasilkan sekitar 3–4 anakan umbi, dengan bobot umbi berkisar 15–25 gram. Karakter tersebut menjadikan Bawang Merah Sanren sebagai pilihan yang sesuai bagi petani yang menginginkan hasil panen berkualitas sekaligus mengurangi risiko kehilangan produksi akibat serangan penyakit.
Keunggulan Produk dan Solusi
Bawang Merah Sanren menawarkan berbagai keunggulan yang dapat membantu meningkatkan produktivitas budidaya.
Cocok ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi sehingga lebih fleksibel untuk berbagai wilayah budidaya.
Memiliki ketahanan yang baik terhadap penyakit layu Fusarium dan antraknosa, sehingga membantu mengurangi risiko kerusakan tanaman.
Menghasilkan 3–4 anakan umbi per tanaman dengan ukuran yang relatif seragam.
Bobot umbi berkisar 15–25 gram sehingga memberikan hasil panen yang menarik secara komersial.
Aroma bawang lebih kuat sehingga disukai untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri kuliner.
Berpotensi menghasilkan panen yang lebih stabil apabila dibudidayakan sesuai rekomendasi teknis.
Selain itu, penggunaan benih berkualitas membantu meningkatkan daya tumbuh tanaman. Dengan demikian, petani dapat memperoleh pertumbuhan yang lebih seragam sejak fase awal. Oleh karena itu, produktivitas lahan berpeluang meningkat apabila didukung pengelolaan budidaya yang baik.
Spesifikasi Produk
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Focus Keyphrase | Bawang Merah Sanren |
| Jenis | Benih bawang merah biji hibrida |
| Kesesuaian Dataran | Dataran rendah hingga dataran tinggi |
| Ketahanan Penyakit | Lebih tahan terhadap layu Fusarium dan antraknosa |
| Anakan per Tanaman | 3–4 umbi |
| Bobot Umbi | 15–25 gram per umbi |
| Aroma | Kuat |
| Nomor SK Kementan | – |
| Rekomendasi Dataran | – |
| Umur Panen | Sekitar 85 HST |
| Potensi Hasil | – |
| PVT | – |
Manfaat dan Aplikasi
Bawang Merah Sanren dapat digunakan untuk budidaya bawang merah berbasis benih (True Shallot Seed/TSS) pada berbagai kondisi lahan. Varietas ini sesuai untuk petani yang mengutamakan kualitas umbi sekaligus ingin memperoleh pertumbuhan tanaman yang lebih seragam.
Agar hasil budidaya optimal, lakukan pengolahan tanah dengan membuat bedengan selebar sekitar 150 cm dan saluran air selebar 50 cm. Setelah itu, tanah dicangkul sedalam 20–30 cm, dihancurkan hingga gembur, kemudian diratakan sebelum penanaman.
Sebelum disemai, benih dapat diberi perlakuan fungisida sesuai dosis anjuran untuk membantu melindungi bibit dari serangan penyakit. Selanjutnya, berikan pupuk dasar sesuai kebutuhan lahan agar pertumbuhan awal berlangsung optimal.
Selama masa budidaya, lakukan pemupukan susulan secara bertahap sesuai umur tanaman. Di samping itu, lakukan monitoring rutin terhadap hama dan penyakit. Apabila ditemukan gejala serangan, segera lakukan sanitasi lahan serta aplikasi pestisida sesuai rekomendasi dan petunjuk penggunaan.
Panen umumnya dilakukan pada umur sekitar 85 hari setelah semai. Tanda tanaman siap dipanen antara lain daun mulai menguning, tanaman rebah, pangkal batang mengecil, dan sebagian umbi telah muncul ke permukaan tanah. Setelah panen, umbi sebaiknya dijemur selama 5–7 hari agar kualitas penyimpanan dan distribusinya menjadi lebih baik.
Standar Paket
Produk Bawang Merah Sanren tersedia dalam kemasan benih sesuai kebutuhan budidaya. Untuk penyemaian, kebutuhan benih dapat disesuaikan dengan luas lahan yang akan ditanam. Sebagai acuan, sekitar 500 gram benih cukup digunakan untuk area persemaian seluas kurang lebih 240 m² atau sekitar 8 bedengan.
Simpan benih di tempat yang kering, sejuk, dan terlindung dari sinar matahari langsung agar kualitas benih tetap terjaga hingga waktu tanam.
Sumber: Panah Merah Indonesia.










Reviews
There are no reviews yet.