Paria Opal

Paria Opal adalah varietas sayuran hijau dengan rasa pahit yang khas, sering digunakan dalam masakan Asia. Dikenal karena kandungan nutrisinya yang tinggi, paria ini mengandung banyak vitamin dan serat. Cocok untuk memperkaya rasa dan nilai gizi dalam berbagai hidangan sehat.

Description

Paria Opal

Paria Opal merupakan benih paria hibrida yang menghasilkan buah berwarna hijau gelap mengilap dengan permukaan kulit halus dan bentuk yang sangat sesuai untuk kebutuhan pasar Jawa Barat. Varietas ini mampu tumbuh optimal di dataran rendah hingga menengah, meskipun hasil terbaik diperoleh apabila ditanam di dataran menengah.

Selain memiliki tanaman yang vigor, Paria Opal juga menghasilkan banyak percabangan sehingga produktivitas tetap tinggi hingga masa panen akhir. Tanaman mulai dapat dipanen pada umur sekitar 42–45 HST, sehingga cocok bagi petani yang menginginkan panen lebih cepat dengan hasil yang konsisten.

Dengan panjang buah sekitar 26 cm dan bobot rata-rata 350 gram per buah, varietas ini berpotensi menghasilkan 47–64 ton per hektare apabila dibudidayakan dengan teknik yang tepat. Di samping itu, Paria Opal memiliki ketahanan terhadap penyakit Cercospora dan Downy Mildew (DM), sehingga risiko kehilangan hasil dapat ditekan.

Fitur Utama Produk dan Solusi

Fitur Utama

  • Buah berwarna hijau gelap mengilap dengan permukaan mulus.

  • Bentuk buah sesuai dengan preferensi pasar Jawa Barat.

  • Panjang buah sekitar 26 cm.

  • Bobot rata-rata mencapai 350 gram per buah.

  • Tanaman vigor dengan percabangan yang banyak.

  • Mulai dipanen pada umur 42–45 HST.

  • Cocok ditanam di dataran rendah hingga menengah.

  • Potensi hasil mencapai 47–64 ton per hektare.

  • Tahan terhadap penyakit Cercospora dan Downy Mildew (DM).

Solusi bagi Petani

Paria Opal menjadi pilihan tepat bagi petani yang membutuhkan varietas dengan produktivitas tinggi dan kualitas buah yang seragam. Selain memberikan hasil panen yang melimpah, tanaman ini juga mampu berproduksi hingga umur tua sehingga periode panen menjadi lebih panjang. Oleh karena itu, varietas ini dapat membantu meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus memenuhi permintaan pasar akan buah paria berkualitas.

Technical Spesifikasi

SpesifikasiKeterangan
Nama ProdukParia Opal
JenisBenih Paria Hibrida
Nomor SK Kementan096/Kpts/SR.120/D.2.7/8/2016
Warna BuahHijau gelap mengilap
Permukaan BuahHalus dan mulus
Panjang Buah±26 cm
Bobot Buah±350 gram
Umur Panen42–45 HST
Rekomendasi DataranRendah–Menengah (optimal di dataran menengah)
Potensi Hasil47–64 ton/ha
Ketahanan PenyakitCercospora, Downy Mildew (DM)
PVT

Manfaat dan Aplikasi

Paria Opal memberikan berbagai keuntungan dalam budidaya paria komersial. Pertama, buah memiliki tampilan menarik sehingga lebih mudah diterima pasar. Selanjutnya, tanaman yang vigor menghasilkan percabangan lebih banyak sehingga jumlah buah meningkat selama masa produksi.

Di sisi lain, ketahanan terhadap beberapa penyakit penting membantu mengurangi risiko kerusakan tanaman. Dengan demikian, biaya pengendalian penyakit dapat ditekan dan produktivitas tetap terjaga.

Varietas ini cocok digunakan untuk:

  • Budidaya paria skala komersial.

  • Produksi untuk pasar tradisional maupun modern.

  • Penanaman di dataran rendah hingga menengah.

  • Petani yang menginginkan masa panen lebih panjang dengan hasil stabil.

Standar Paket

Setiap kemasan Paria Opal berisi benih hibrida berkualitas yang telah diproduksi sesuai standar mutu. Informasi pada kemasan meliputi identitas varietas, nomor SK Kementan, rekomendasi budidaya, serta petunjuk penggunaan sehingga memudahkan petani dalam proses penanaman.

Panduan Budidaya Paria Opal

Persiapan Lahan

Lahan diolah sekitar tiga hingga empat minggu sebelum tanam dengan cara dibajak atau dicangkul agar struktur tanah menjadi gembur. Setelah itu, buat bedengan selebar 110–120 cm, tinggi 30–50 cm, serta jarak antarbedengan 40–60 cm.

Selanjutnya, berikan pupuk kandang sebanyak 1 kg per lubang tanam. Apabila pH tanah di bawah 6, lakukan pengapuran sebanyak 2 ton/ha. Sebelum penanaman, tambahkan pupuk dasar berupa Urea 20 g, SP-36 20 g, dan KCl 10 g per tanaman.

Persemaian

Agar benih tumbuh optimal, campurkan tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1 sebagai media semai. Kemudian, potong sedikit bagian tepi kulit benih, rendam selama 24 jam, lalu peram menggunakan kain lembut atau kertas koran hingga berkecambah.

Sesudah muncul kecambah, tanam benih ke dalam polybag sedalam 2/3 bagian benih. Bibit perlu disiram setiap pagi dan sore. Umumnya, bibit siap dipindahkan ke lahan pada umur 12–15 hari.

Penanaman

Penanaman dapat dilakukan secara langsung menggunakan benih yang telah berkecambah atau melalui bibit hasil persemaian. Namun demikian, penggunaan bibit berumur 12–15 hari dengan 2–4 helai daun biasanya memberikan pertumbuhan yang lebih seragam.

Pemeliharaan

Penyulaman sebaiknya dilakukan maksimal satu minggu setelah tanam apabila terdapat tanaman yang mati. Selain itu, lakukan penyiraman setiap 3–5 hari pada musim kemarau atau disesuaikan dengan kondisi lahan.

Pemupukan susulan diberikan satu minggu setelah tanam menggunakan:

  • Urea 5 gram/tanaman

  • SP-36 4 gram/tanaman

  • KCl 4 gram/tanaman

Selanjutnya, pemupukan diulang setiap dua minggu sekali. Sementara itu, pupuk daun dapat diaplikasikan setiap minggu untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Pemasangan rambatan juga perlu dilakukan sejak awal. Petani dapat memilih sistem tunggal, sistem ganda, atau sistem para-para sesuai kebutuhan lahan dan biaya budidaya.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Beberapa hama yang sering menyerang adalah ulat daun dan lalat buah. Oleh sebab itu, pengamatan rutin perlu dilakukan agar pengendalian dapat dilakukan sejak dini.

Sementara itu, penyakit busuk batang akibat jamur Fusarium dapat dicegah melalui drainase yang baik. Selain menjaga kebersihan lahan, penggunaan fungisida yang sesuai dapat membantu menekan perkembangan penyakit.

Panen

Paria Opal mulai dipanen pada umur sekitar 42–45 HST atau sekitar 50–60 hari setelah semai. Setelah panen pertama, pemetikan dapat dilakukan setiap 3–5 hari sekali sesuai tingkat kematangan buah dan permintaan pasar.

Sumber: Panah Merah Indonesia.

Additional information

Weight1 kg
Dimensions10 × 10 × 10 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.