Description
Budidaya Terong Hibrida Yuvita: Panduan Lengkap agar Hasil Panen Maksimal
Terong Yuvita merupakan varietas terong hibrida yang memiliki produktivitas tinggi, pertumbuhan seragam, serta mampu menghasilkan buah berkualitas dengan warna mengilap. Dengan teknik budidaya yang tepat, Terong Yuvita mulai dapat dipanen pada umur 50–55 hari setelah tanam (HST) dan berpotensi menghasilkan 55–65 ton per hektare.
1. Persiapan Lahan
Lahan dibajak menggunakan traktor, kemudian diratakan hingga gembur. Buat bedengan dengan lebar sekitar 110 cm dan jarak antarbedengan minimal 50 cm.
Dua minggu sebelum tanam, berikan pupuk kandang ayam dan kapur pertanian untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Kebutuhan untuk bedengan seluas 25 m²:
- Pupuk kandang ayam: 100 kg
- Kapur pertanian: 10 kg
Sepuluh hari sebelum tanam, aplikasikan pupuk dasar berupa campuran:
- NPK
- ZA
- Superphos
- KCl
dengan perbandingan 5 : 2 : 4 : 5. Tambahkan 20 kg Carbofuran ke dalam 800 kg campuran pupuk dasar. Dosis aplikasi sebanyak 10 kg campuran untuk setiap bedengan 25 m² (±84 tanaman). Setelah pemupukan, bedengan segera ditutup menggunakan mulsa plastik.
2. Pemasangan Mulsa
Gunakan mulsa plastik dengan warna hitam di bagian bawah dan warna perak di bagian atas. Pemasangan sebaiknya dilakukan pada siang hari saat cuaca terik agar mulsa dapat tertarik sempurna dan menutup bedengan dengan rapat.
3. Persemaian Benih
Benih Terong Yuvita memiliki waktu perkecambahan sekitar 7–10 hari.
Sebelum disemai, lakukan perendaman benih selama 30 menit menggunakan:
- Air yang dicampur fungisida 1,5 ml/liter dan bakterisida 1–1,5 gram/liter, atau
- Air hangat bersuhu 35–40°C.
Semai benih pada pot tray atau polybag kecil berdiameter sekitar 5 cm menggunakan media tanam berupa campuran:
- 3 bagian tanah kering
- 1 bagian pupuk kandang
4. Penanaman
Bibit siap dipindahkan saat berumur 20–25 hari setelah semai dengan kondisi sehat dan pertumbuhan seragam.
Penanaman dilakukan pada sore hari agar tanaman tidak mengalami stres.
Jarak tanam yang dianjurkan:
- Dalam barisan: 50 cm
- Antarbarisan: 70–80 cm
5. Pemupukan Susulan
Pemupukan dilakukan dengan sistem kocor menggunakan 13 liter air untuk 50 tanaman.
| Umur Tanaman | NPK 16-16-16 | KNO₃ Merah | KNO₃ Putih | Total |
|---|---|---|---|---|
| 7 HST | 205 g | 85 g | – | 290 g |
| 14 HST | 230 g | 90 g | – | 320 g |
| 21 HST | 250 g | 100 g | – | 350 g |
| 28 HST | 275 g | 105 g | – | 380 g |
| 35 HST | 300 g | 115 g | – | 415 g |
| 42 HST | 200 g | – | 200 g | 400 g |
| 49 HST | 215 g | – | 215 g | 430 g |
Setiap tanaman memperoleh sekitar 240 ml larutan pupuk.
6. Perempelan
Perempelan dilakukan dengan membuang tunas air yang tumbuh di bawah percabangan utama berbentuk huruf V. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari menggunakan tangan yang bersih agar luka cepat sembuh dan pertumbuhan tanaman lebih optimal.
7. Perawatan Tanaman
Pasang ajir atau turus setinggi 1,5–2 meter dengan kedalaman sekitar 25 cm ke dalam tanah.
Ajir dipasang miring membentuk huruf V dengan jarak sekitar 10 cm dari batang tanaman. Ikat batang menggunakan tali rafia dengan simpul berbentuk angka 8 agar batang tidak terluka. Pengikatan selanjutnya dilakukan pada percabangan utama seiring pertumbuhan tanaman.
8. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian dilakukan secara preventif dengan penyemprotan pestisida mulai umur 1 minggu setelah tanam (MST).
Gunakan pestisida sesuai jenis hama atau penyakit dengan dosis anjuran dan lakukan penyemprotan setiap 4 hari sekali. Frekuensi penyemprotan dapat ditingkatkan pada musim hujan untuk mengurangi risiko serangan penyakit.
9. Panen Terong Yuvita
Terong Yuvita mulai dapat dipanen pada umur 50–55 hari setelah tanam.
Ciri buah siap panen antara lain:
- Warna buah mengilap.
- Daging buah masih empuk.
- Ukuran buah telah optimal sesuai varietas.
Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar kualitas buah tetap segar. Frekuensi panen dapat mencapai dua kali dalam seminggu.
Dengan pemeliharaan yang baik, Terong Hibrida Yuvita mampu menghasilkan sekitar 21 buah per tanaman dengan potensi produksi mencapai 55–65 ton per hektare, sehingga menjadi pilihan tepat bagi petani yang menginginkan hasil panen tinggi dan kualitas buah yang unggul.









Reviews
There are no reviews yet.