Description
Benih Mentimun Erina
Mentimun Erina merupakan varietas mentimun unggul yang direkomendasikan untuk budidaya di dataran rendah hingga menengah. Varietas ini memiliki daya adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan, termasuk tahan terhadap kekeringan, sehingga menjadi pilihan tepat bagi petani yang menginginkan hasil panen stabil dengan perawatan optimal.
Mentimun Erina telah memiliki Nomor SK Kementerian Pertanian: 090/Kpts/SR.120/D.2.7/9/2018, yang menunjukkan bahwa varietas ini telah terdaftar secara resmi. Selain itu, varietas ini memiliki ketahanan terhadap GV, sehingga membantu mengurangi risiko serangan penyakit tertentu pada tanaman.
Dengan teknik budidaya yang tepat, Mentimun Erina mulai dapat dipanen pada umur 70–85 Hari Setelah Tanam (HST). Tanaman mampu menghasilkan produktivitas sekitar 2–3,5 kg per tanaman, dengan potensi hasil mencapai 55 ton per hektar, sehingga sangat menguntungkan untuk budidaya skala komersial maupun pertanian rakyat.
Keunggulan Mentimun Erina
Terdaftar resmi dengan SK Kementan No. 090/Kpts/SR.120/D.2.7/9/2018.
Cocok ditanam di dataran rendah hingga menengah.
Memiliki ketahanan terhadap GV.
Tahan terhadap kondisi kekeringan.
Produktivitas tinggi mencapai 2–3,5 kg per tanaman.
Potensi hasil hingga 55 ton per hektar.
Cocok untuk budidaya intensif dengan sistem mulsa maupun tanpa mulsa.
Spesifikasi Produk
Nama Varietas: Mentimun Erina
Nomor SK Kementan: 090/Kpts/SR.120/D.2.7/9/2018
Rekomendasi Dataran: Rendah – Menengah
Ketahanan Penyakit: GV
Umur Panen: 70–85 HST
Produktivitas: 2–3,5 kg per tanaman
Potensi Hasil: Hingga 55 ton/ha
Panduan Singkat Budidaya
Lahan diolah hingga gembur kemudian diberikan pupuk kandang sebanyak 2–4 kg/m² yang dipadukan dengan pupuk dasar SP-36 dan KCl. Benih direndam menggunakan air hangat selama kurang lebih satu jam sebelum disemai. Bibit siap dipindahkan ke lahan pada umur 20–25 hari setelah semai dengan jarak tanam ideal 60 × 50 cm atau 60–70 cm × 40–50 cm.
Pemupukan susulan dilakukan secara bertahap mulai umur 14 HST hingga 44 HST menggunakan pupuk NPK dan KCl sesuai kebutuhan tanaman. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu melalui sanitasi lahan serta penggunaan insektisida atau fungisida sesuai jenis organisme pengganggu tanaman.
Panen dilakukan saat buah telah mencapai ukuran optimal pada umur 70–85 HST. Buah dipanen dengan cara memotong pangkal tangkai menggunakan alat yang tajam agar kualitas hasil tetap terjaga.








Reviews
There are no reviews yet.