Description
Berikut adalah versi yang telah dibenahi agar lebih SEO-friendly, mudah dibaca, menggunakan subheading, memiliki transition words, serta menghindari kalimat berurutan yang diawali kata yang sama.
Benih Kacang Panjang Unggul – Panen 48–52 HST dengan Potensi Hasil 11–14 Ton/Ha
Benih kacang panjang unggul ini merupakan varietas yang cocok dibudidayakan di dataran rendah hingga dataran menengah. Dengan umur panen yang relatif singkat, yaitu sekitar 48–52 Hari Setelah Tanam (HST), varietas ini mampu menghasilkan polong berkualitas dengan bobot 35–45 gram per buah.
Selain memiliki produktivitas tinggi, tanaman ini dapat dipanen secara bertahap hingga kurang lebih tiga bulan. Oleh karena itu, benih ini menjadi pilihan tepat bagi petani yang menginginkan hasil panen stabil dan berkelanjutan.
Varietas ini telah memiliki Nomor SK Kementerian Pertanian: 015/Kpts/SR.120/D.2.7/1/2019, sehingga kualitas benihnya telah diakui sesuai ketentuan yang berlaku.
Fitur Utama Produk
Varietas unggul untuk dataran rendah dan dataran menengah.
Umur panen cepat, sekitar 48–52 HST.
Bobot polong berkisar 35–45 gram per buah.
Potensi hasil mencapai 11–14 ton per hektare.
Masa produksi dapat berlangsung hingga ±3 bulan.
Interval panen setiap 2 hari sekali.
Cocok untuk budidaya menggunakan sistem mulsa maupun sistem tradisional.
Memiliki legalitas varietas melalui SK Kementerian Pertanian.
Solusi yang Diberikan
Benih kacang panjang ini membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih cepat dengan produktivitas tinggi. Selain itu, masa panen yang panjang memungkinkan petani melakukan pemanenan secara berkala sehingga pasokan hasil panen tetap terjaga.
Di sisi lain, varietas ini juga fleksibel karena dapat ditanam pada berbagai sistem budidaya, baik menggunakan mulsa maupun tanpa mulsa. Dengan teknik pemeliharaan yang tepat, tanaman mampu menghasilkan polong berkualitas untuk kebutuhan pasar segar maupun perdagangan skala besar.
Technical Spesifikasi
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Nomor SK Kementan | 015/Kpts/SR.120/D.2.7/1/2019 |
| Rekomendasi Dataran | Rendah, Menengah |
| Ketahanan Penyakit | – |
| Umur Panen | 48–52 HST |
| Bobot per Buah | 35–45 gram |
| Potensi Hasil | 11–14 ton/ha |
| PVT | – |
| Interval Panen | Setiap 2 hari |
| Masa Produksi | Hingga ±3 bulan |
Panduan Budidaya Kacang Panjang
Persiapan Lahan
Budidaya kacang panjang dapat dilakukan menggunakan dua sistem, yaitu sistem rotasi lahan bermulsa maupun sistem tradisional.
Pada sistem tradisional, lahan terlebih dahulu dibersihkan dari gulma menggunakan herbisida kontak. Setelah sekitar satu minggu, gulma dapat dibabat atau dibakar agar area tanam bersih.
Selanjutnya, buat lubang tanam dengan jarak 25 cm antar tanaman dan 70 cm antarbaris. Setelah itu, masukkan pupuk kandang sebanyak satu genggam pada setiap lubang tanam untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Penanaman
Masukkan dua butir benih ke setiap lubang tanam. Apabila terdapat benih yang tidak tumbuh, lakukan penyulaman sekitar satu minggu setelah tanam.
Kemudian, pasang satu ajir pada setiap lubang tanam sebagai penyangga tanaman. Agar tanaman dapat merambat dengan baik, tambahkan tali pada ajir minimal empat tingkat secara memanjang.
Pemeliharaan Tanaman
Perawatan tanaman dilakukan secara rutin agar pertumbuhan tetap optimal hingga masa panen.
Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan pada umur sekitar 15 HST setelah pemberian pupuk susulan pertama. Langkah ini bertujuan memperkuat perakaran sekaligus menjaga kelembapan tanah.
Pemupukan Tambahan
Pemupukan pertama (15 HST): Urea sebanyak 5 gram (1 sendok) per lubang tanam.
Pemupukan kedua (40 HST): NPK sebanyak 10 gram (2 sendok) per lubang tanam.
Pemupukan ketiga (setelah panen ke-5): NPK sebanyak 10 gram (2 sendok) per lubang tanam.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama Penting
Beberapa hama yang sering menyerang tanaman kacang panjang antara lain:
Thrips sp. menyebabkan daun berwarna keperakan, mengeriting, dan menggulung.
Agrotis ipsilon memotong batang atau pucuk tanaman sehingga tanaman muda roboh.
Maruca testulalis menyerang polong hingga berlubang dan terdapat ulat di dalamnya.
Sebagai upaya pengendalian, penyemprotan insektisida seperti Marshal, Confidor, Vastac, Prevathon, atau Virtako dapat dilakukan pada pagi hari dengan interval 5–7 hari, sesuai petunjuk penggunaan pada label produk.
Penyakit Penting
Penyakit yang umum dijumpai meliputi:
Bercak daun (Cercospora vigna) yang menyebabkan daun bercak hingga rontok.
Karat daun dan busuk polong (Colletotrichum sp.) yang menimbulkan bercak cokelat serta pembusukan pada polong.
Apabila gejala mulai muncul, pengendalian dapat dilakukan menggunakan fungisida seperti Bendas, Benlok, Manzate, Ziplo, Curzate Equation, atau Wendry dengan interval 5–7 hari, sesuai dosis anjuran pada kemasan.
Pemanenan
Panen pertama dapat dilakukan ketika tanaman berumur 48–52 HST. Pilih polong yang telah padat dan berwarna hijau segar agar kualitas hasil panen tetap optimal.
Selanjutnya, tanaman masih mampu menghasilkan polong hingga sekitar tiga bulan dengan interval panen setiap dua hari sekali. Dengan demikian, petani dapat memperoleh hasil panen yang lebih berkelanjutan selama masa produksi.
Sumber: Panah Merah Indonesia.








Reviews
There are no reviews yet.