Description
Jagung Kumala, Jagung Pulut Manis Hibrida dengan Hasil Tinggi
Jagung Kumala merupakan varietas jagung pulut manis hibrida yang direkomendasikan untuk budidaya di dataran rendah. Varietas ini memiliki pertumbuhan yang seragam, tinggi tanaman sedang, serta menghasilkan tongkol berukuran besar dengan biji berwarna putih. Teksturnya yang pulen, lengket, dan agak manis menjadikannya pilihan yang cocok untuk konsumsi segar maupun diolah menjadi berbagai produk pangan.
Apabila Anda sedang mencari benih jagung pulut berkualitas, lihat juga koleksi Benih Jagung Pulut, Benih Jagung Manis, dan panduan Cara Menanam Jagung untuk membantu memperoleh hasil panen yang maksimal.
Keunggulan
Varietas ini menawarkan berbagai keunggulan yang membuatnya banyak diminati petani, antara lain:
Cocok ditanam di dataran rendah.
Pertumbuhan tanaman seragam dengan tinggi sekitar 171 cm.
Tongkol besar dan seragam.
Warna biji putih dengan ukuran kernel sedang.
Tekstur pulen, lengket, lembut, dan agak manis.
Dapat dipanen sebagai jagung segar maupun pipilan kering.
Potensi hasil mencapai 12–16 ton per hektare.
Karakteristik Jagung Kumala
Berikut spesifikasi utama varietas ini:
Jenis : Jagung pulut manis hibrida
Vigour tanaman : Sedang (Skala 6)
Tinggi tanaman : ±171 cm
Warna batang : Hijau-ungu
Pengisian tongkol : Agak penuh (Skala 7)
Bobot tongkol : 270–300 gram (potensi hingga 345 gram)
Ukuran kernel : Sedang (Skala 6)
Warna kernel : Putih
Daun bendera : Ada
Rasa : Lengket, lembut, dan agak manis
Umur Panen
Jagung Kumala memiliki umur panen sekitar 65–70 hari setelah tanam (HST). Untuk mendapatkan kualitas terbaik sebagai jagung segar, panen disarankan pada umur 63–65 HST. Pada fase tersebut biji masih sangat pulen dengan cita rasa yang optimal.
Selain dipanen muda, varietas ini juga dapat dipanen tua untuk menghasilkan pipilan kering sesuai kebutuhan pasar.
Ketahanan Penyakit
Ketahanan terhadap beberapa penyakit utama masih tergolong sedang hingga rendah sehingga diperlukan pengelolaan budidaya yang baik.
Ketahanan kresek : Rentan (Skala 4)
Ketahanan bercak daun : Rentan (Skala 3)
Untuk menjaga produktivitas, lakukan rotasi tanaman, gunakan benih berkualitas, serta lakukan pengamatan rutin terhadap serangan hama dan penyakit.
Tips Budidaya
Agar hasil panen lebih optimal, berikut beberapa tips budidaya:
Gunakan benih bersertifikat.
Tanam pada lahan dengan drainase yang baik.
Berikan pemupukan sesuai rekomendasi.
Kendalikan gulma sejak awal pertumbuhan.
Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara berkala.
Panen pada umur 63–65 HST apabila ditujukan untuk konsumsi segar.
Anda juga dapat membaca artikel mengenai Pupuk Jagung, Pengendalian Hama Jagung, dan Jarak Tanam Jagung sebagai referensi budidaya.
Potensi Hasil
Dengan teknik budidaya yang tepat, Jagung Kumala mampu menghasilkan produksi segar sekitar 12–16 ton per hektare. Tongkol memiliki bobot rata-rata 270–300 gram dan dapat mencapai sekitar 345 gram pada kondisi budidaya yang optimal. Produktivitas tersebut menjadikan varietas ini cocok untuk memenuhi kebutuhan pasar jagung pulut segar maupun bahan baku olahan.
Informasi Varietas
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Nomor SK Kementan | 596/Kpts/SR.120/11/2007 |
| Rekomendasi dataran | Dataran rendah |
| Umur panen | 65–70 HST |
| Bobot tongkol | 270–300 gram |
| Potensi hasil | 12–16 ton/ha |
| PVT | – |









Reviews
There are no reviews yet.