Description
Cabai Rawit Taruna
Cabai Rawit Taruna merupakan varietas cabai rawit non hibrida jenis Capsicum frutescens yang cocok dibudidayakan pada berbagai kondisi dataran, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Varietas ini memiliki aroma khas cabai rawit dengan karakter buah yang sesuai untuk kebutuhan pasar segar maupun industri olahan.
Selain itu, Cabai Rawit Taruna mempunyai potensi hasil mencapai 0,3–0,5 kg per tanaman dengan jumlah buah sekitar 300–450 buah dalam setiap kilogramnya. Buah memiliki ukuran rata-rata panjang 4–5 cm dengan diameter 0,7–1 cm. Umur panen tanaman ini berkisar antara 100–120 hari setelah tanam, tergantung kondisi lingkungan dan lokasi budidaya.
Varietas ini juga memiliki ketahanan medium terhadap penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum), sehingga dapat menjadi pilihan bagi petani yang membutuhkan tanaman cabai dengan daya adaptasi baik.
Fitur Utama Produk dan Solusi
Cabai Rawit Taruna menawarkan beberapa keunggulan yang mendukung produktivitas budidaya cabai, antara lain:
Varietas non hibrida dengan daya adaptasi luas pada dataran rendah, menengah, hingga tinggi.
Memiliki aroma khas cabai rawit yang kuat dan sesuai untuk kebutuhan konsumsi.
Potensi hasil tinggi dengan jumlah buah yang cukup banyak setiap tanaman.
Ukuran buah seragam dengan panjang rata-rata 4–5 cm.
Memiliki ketahanan medium terhadap penyakit layu bakteri.
Umur panen relatif stabil sehingga memudahkan perencanaan produksi.
Dengan karakteristik tersebut, varietas ini dapat membantu petani memperoleh hasil panen yang optimal sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan lahan.
Technical Spesifikasi
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Nama Varietas | Cabai Rawit Taruna |
| Jenis Tanaman | Cabai Rawit (Capsicum frutescens) |
| Status Varietas | Non Hibrida |
| Nomor SK Kementan | 247/Kpts/TP.240/4/2002 |
| Rekomendasi Dataran | Rendah, Menengah, Tinggi |
| Ketahanan Penyakit | Medium terhadap layu bakteri (Pseudomonas solanacearum) |
| Umur Panen | 100–120 HST |
| Bobot per Buah | 3–4 gram/buah |
| Panjang Buah | 4–5 cm |
| Diameter Buah | 0,7–1 cm |
| Jumlah Buah per Kg | 300–450 buah |
| Potensi Hasil | 6–10 ton/Ha |
| Potensi Produksi per Tanaman | 0,3–0,5 kg/tanaman |
| PVT | – |
Manfaat dan Aplikasi
Cabai Rawit Taruna dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan budidaya pertanian, baik skala kecil maupun komersial. Varietas ini sesuai ditanam oleh petani yang ingin menghasilkan cabai rawit dengan kualitas buah yang baik dan produktivitas stabil.
Dalam penerapannya, cabai ini dapat dimanfaatkan untuk:
Budidaya cabai rawit di lahan terbuka.
Produksi cabai segar untuk pasar tradisional maupun modern.
Bahan baku industri makanan seperti sambal, saus, dan olahan cabai.
Pengembangan usaha pertanian dengan siklus panen yang relatif jelas.
Selain itu, pengelolaan tanaman yang tepat melalui pemupukan, penyiraman, serta pengendalian hama penyakit akan membantu meningkatkan hasil produksi.
Standar Paket
Benih Cabai Rawit Taruna tersedia dalam kemasan benih siap tanam sesuai kebutuhan budidaya. Setiap paket berisi benih berkualitas yang telah melalui proses seleksi untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal.
Panduan budidaya meliputi:
Persiapan lahan dengan pengolahan tanah, pemberian pupuk kandang, dan pengaturan bedengan.
Persemaian benih selama 18–28 hari menggunakan media campuran tanah dan kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
Penanaman bibit setelah memiliki sekitar 5 helai daun.
Pemeliharaan melalui penyiraman, pemupukan susulan, pemasangan ajir, serta pengendalian hama penyakit.
Tahapan pemupukan dilakukan secara bertahap mulai dari pupuk dasar hingga pemupukan lanjutan menggunakan NPK, Calcium, KCL, dan pupuk pendukung lainnya sesuai kebutuhan tanaman.
Pemanenan dilakukan ketika buah telah matang dan berwarna merah. Proses panen dilakukan dengan cara memetik buah secara langsung agar kualitas hasil tetap terjaga.
Sumber: https://panahmerah.id/id









Reviews
There are no reviews yet.