Description
Bayam Maestro – Benih Bayam Hijau Berproduksi Tinggi dan Tahan Blorok
Bayam Maestro merupakan varietas bayam hijau terang dengan bentuk daun bulat, tekstur lembut, serta pertumbuhan yang seragam. Varietas ini cocok dibudidayakan di dataran rendah, menengah, hingga tinggi sehingga menjadi pilihan bagi petani maupun pekebun rumahan yang menginginkan hasil panen tinggi dalam waktu singkat.
Selain memiliki potensi hasil mencapai 12–15 ton per hektare, Bayam Maestro juga dikenal tahan terhadap Powdery Mildew (embun tepung/blorok). Keunggulan tersebut membantu mengurangi risiko penurunan kualitas daun, terutama saat kelembapan udara meningkat. Di samping itu, tanaman memiliki karakter lambat berbunga sehingga kualitas panen tetap terjaga lebih lama.
Dengan umur panen sekitar 20–30 HST (Hari Setelah Tanam), Bayam Maestro sangat sesuai untuk budidaya komersial yang membutuhkan perputaran tanam cepat.
Benih Bayam Maestro menghasilkan tanaman berdaun hijau cerah dengan bentuk bulat dan tekstur daun yang lembut serta tidak berserat. Tanaman tumbuh kokoh, tidak mudah merambat, dan memiliki batang yang kuat apabila didukung pemupukan fosfor (P) serta kalium (K) yang cukup.
Produktivitasnya tergolong tinggi, yaitu sekitar 1.500 ikat dari setiap 500 gram benih pada kondisi budidaya yang optimal. Agar hasil maksimal, jarak tanam sebaiknya tidak terlalu rapat sehingga batang dapat berkembang lebih besar dan jumlah ikatan panen meningkat.
Fitur Utama Produk dan Solusi
Fitur Utama
Daun hijau terang dengan bentuk bulat.
Tekstur daun lembut dan tidak berserat.
Produksi tinggi hingga sekitar 1.500 ikat per 500 gram benih.
Cocok ditanam di dataran rendah, menengah, maupun tinggi.
Tahan terhadap penyakit Powdery Mildew (blorok/embun tepung).
Lambat berbunga sehingga masa panen lebih fleksibel.
Umur panen relatif singkat, sekitar 20–30 HST.
Potensi hasil mencapai 12–15 ton per hektare.
Solusi untuk Budidaya
Bayam Maestro menjadi solusi bagi petani yang membutuhkan varietas berumur genjah dengan kualitas daun yang baik. Selain itu, ketahanannya terhadap embun tepung membantu menjaga produktivitas pada kondisi kelembapan tinggi. Oleh karena itu, varietas ini cocok digunakan untuk budidaya intensif maupun skala rumah tangga.
Technical Spesifikasi
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Varietas | Bayam Maestro |
| Jenis Tanaman | Bayam Hijau |
| Warna Daun | Hijau terang |
| Bentuk Daun | Bulat |
| Tekstur Daun | Lembut, tidak berserat |
| Umur Panen | 20–30 HST |
| Potensi Hasil | 12–15 ton/ha |
| Produksi | ±1.500 ikat/500 gram benih |
| Rekomendasi Dataran | Rendah, Menengah, Tinggi |
| Ketahanan | Powdery Mildew (Embun Tepung/Blorok) |
| Nomor SK Kementan | 083/Kpts/SR.120/D.2.7/10/2014 |
Panduan Budidaya Bayam Maestro
Persiapan Lahan
Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan sekitar tiga hingga empat minggu sebelum tanam. Mula-mula tanah dibajak atau dicangkul agar struktur tanah menjadi lebih gembur. Setelah itu, bentuk bedengan dengan lebar 150–200 cm, tinggi 20–30 cm, serta jarak antarbedengan 40–50 cm.
Selanjutnya, berikan pupuk kandang dan dolomit sebagai pupuk dasar. Dosis yang dianjurkan yaitu sekitar 27 kg pupuk kandang dan 2 kg dolomit untuk bedengan berukuran 1,5 × 18 meter. Setelah pupuk disebarkan secara merata, tanah digemburkan kembali lalu disiram.
Penanaman
Benih Bayam Maestro tidak memerlukan persemaian. Sebelum ditebar, campurkan benih dengan pasir kering agar penyebaran lebih merata. Kemudian tutup benih menggunakan tanah halus atau pupuk kandang dan lakukan penyiraman secara perlahan hingga media cukup lembap.
Pemeliharaan
Selama masa pertumbuhan, lakukan penyiraman dua kali sehari apabila cuaca kering. Penyiangan gulma dilakukan sesuai kondisi lahan agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Pemupukan susulan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu:
Umur 7 HSS menggunakan Urea sebanyak 1 kg per bedengan ukuran 1,5 × 18 meter.
Umur 15 HSS menggunakan campuran Urea dan Phonska dengan perbandingan 2:1 sebanyak 1 kg per bedengan.
Sesudah pemupukan, lakukan penyiraman sehingga pupuk cepat larut dan daun tidak mengalami luka akibat pupuk.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang paling sering menyerang adalah ulat perusak daun. Untuk mengatasinya, lakukan sanitasi lahan secara rutin. Apabila serangan cukup berat, gunakan insektisida berbahan aktif deltametrin atau sipermetrin sesuai dosis anjuran.
Sementara itu, beberapa penyakit yang perlu diwaspadai antara lain rebah kecambah, embun tepung, dan antraknosa. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga drainase, meningkatkan sirkulasi udara, serta membuang tanaman yang telah terserang. Jika diperlukan, gunakan fungisida berbahan aktif mankozeb atau propineb sesuai petunjuk penggunaan.
Panen
Bayam Maestro umumnya siap dipanen pada umur 20–30 HST, meskipun dalam kondisi tertentu panen dapat dilakukan mulai umur sekitar 18–25 hari setelah semai. Tanaman dipanen dengan cara dicabut beserta akarnya atau dipotong sesuai kebutuhan pasar. Setelah dicuci bersih, bayam diikat dan disusun sebelum dipasarkan.
Manfaat dan Aplikasi
Bayam Maestro dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan budidaya karena memiliki pertumbuhan cepat dan kualitas daun yang baik. Varietas ini sesuai untuk produksi sayuran segar di lahan pertanian, kebun organik, hidroponik tertentu yang menggunakan media tanam, maupun pekarangan rumah.
Selain memberikan hasil panen tinggi, daun yang lembut juga sangat disukai konsumen sehingga memiliki nilai jual yang baik di pasar tradisional maupun modern. Dengan masa panen yang singkat, petani dapat melakukan rotasi tanam lebih sering untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Standar Paket
Produk yang diterima meliputi:
Benih Bayam Maestro dalam kemasan asli.
Label varietas dan informasi produk dari produsen.
Petunjuk dasar penyimpanan benih sebelum digunakan.
Kemasan yang aman untuk menjaga kualitas benih selama pengiriman.
Sumber: Panah Merah (panahmerah.id)









Reviews
There are no reviews yet.