Cabai Rawit Pelita

Cabai Rawit Pelita adalah varietas cabai dengan kepedasan tinggi dan hasil panen yang melimpah. Ideal untuk masakan pedas favorit, cabai ini tumbuh baik di berbagai kondisi dan memiliki ketahanan terhadap penyakit yang baik. Cocok untuk petani yang mencari cabai berkualitas tinggi dengan produktivitas yang stabil dan konsisten.

Description

Cabai Rawit Pelita

Cabai Rawit Pelita merupakan varietas cabai rawit yang dapat dibudidayakan di dataran rendah, menengah, maupun tinggi. Varietas ini memiliki ketahanan terhadap penyakit CMV (Cucumber Mosaic Virus) sehingga membantu tanaman tetap tumbuh optimal pada kondisi budidaya yang sesuai. Dengan umur panen sekitar 75–85 HST (Hari Setelah Tanam), Cabai Rawit Pelita menjadi pilihan bagi petani yang menginginkan panen relatif cepat serta kualitas buah yang baik.

Cabai Rawit Pelita merupakan benih cabai rawit yang telah terdaftar dengan Nomor SK Kementan 873/Kpts/TP.240/7/1999. Varietas ini cocok ditanam di berbagai kondisi dataran sehingga memberikan fleksibilitas bagi petani di berbagai wilayah Indonesia.

Selain memiliki daya adaptasi yang luas, Cabai Rawit Pelita juga mempunyai ketahanan terhadap CMV, salah satu penyakit virus yang sering menyerang tanaman cabai. Oleh karena itu, risiko penurunan produktivitas akibat serangan penyakit dapat diminimalkan apabila budidaya dilakukan sesuai anjuran.

Fitur Utama Produk

  • Cocok ditanam di dataran rendah, menengah, dan tinggi.

  • Memiliki ketahanan terhadap penyakit CMV.

  • Umur panen sekitar 75–85 HST setelah tanam.

  • Adaptif untuk berbagai kondisi lingkungan budidaya.

  • Sesuai untuk budidaya skala pekarangan maupun komersial.

Solusi yang Diberikan

Cabai Rawit Pelita membantu petani memperoleh tanaman yang lebih adaptif pada berbagai kondisi lahan. Selain itu, ketahanan terhadap CMV membantu mengurangi risiko kerusakan akibat penyakit virus yang umum menyerang cabai.

Di sisi lain, umur panen yang relatif singkat memungkinkan petani memperoleh hasil lebih cepat. Dengan penerapan teknik budidaya yang tepat, tanaman dapat tumbuh optimal hingga masa panen.

Technical Spesifikasi

SpesifikasiKeterangan
Focus KeyphraseCabai Rawit Pelita
Nomor SK Kementan873/Kpts/TP.240/7/1999
Rekomendasi DataranRendah, Menengah, Tinggi
Ketahanan PenyakitCMV
Umur Panen75–85 HST (Hari Setelah Tanam)
Bobot per Buah
Potensi Hasil
PVT

Panduan Budidaya Cabai Rawit Pelita

Persiapan Lahan

Persiapkan lahan dengan mengolah tanah menggunakan traktor, kemudian diamkan selama satu minggu. Selanjutnya, lakukan pengolahan kembali menggunakan rotary sambil mencampurkan pupuk kandang sebanyak 30–40 ton/ha serta kapur pertanian sesuai kebutuhan.

Setelah itu, bentuk bedengan dan berikan pupuk dasar secara merata atau pada lubang tanam. Kemudian pasang mulsa dan biarkan selama satu minggu sebelum penanaman. Saat bibit siap dipindahkan, buat lubang tanam dengan jarak 50 × 40 cm untuk sistem single row atau 60 × 50 cm untuk double row zig-zag.

Persemaian

Semai benih di polybag selama 18–28 hari menggunakan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1. Apabila benih telah mendapatkan perlakuan coating, benih tidak perlu diperam sebelum disemai.

Penanaman

Pindahkan bibit setelah memiliki sekitar 5 helai daun. Tanam satu bibit pada setiap lubang tanam agar pertumbuhan lebih optimal.

Sebaiknya penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari sehingga bibit tidak mengalami stres akibat suhu tinggi. Bersamaan dengan proses tersebut, pasang ajir agar akar tidak rusak ketika tanaman mulai membesar. Setelah selesai, lakukan penyiraman secukupnya.

Pemeliharaan

Lakukan penyiraman sesuai kebutuhan tanaman. Selanjutnya, berikan pemupukan susulan setiap dua minggu dengan menaburkan pupuk di sekitar tanaman, kemudian siram hingga pupuk larut ke dalam tanah.

Jadwal pemupukan yang dianjurkan meliputi:

  • Pupuk Dasar: Pupuk kandang dan Borate.

  • 14 HST: NPK (25-7-7).

  • 28 HST: NPK (25-7-7).

  • 42 HST: NPK (25-7-7), NPK (16-16-16), Calcium, dan KCL.

  • 56 HST: NPK (16-16-16), Calcium, dan KCL.

  • 70 HST: Calcium dan KP.

  • 84 HST: KP.

Selain pemupukan, tanaman yang mulai tinggi sebaiknya diikat pada ajir agar tetap tegak dan tidak mudah roboh.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian dilakukan apabila tingkat serangan telah mencapai ambang ekonomi. Sementara itu, tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan membersihkan gulma secara rutin, menjaga kebersihan lahan, serta membuat sistem irigasi dan drainase yang baik. Dengan demikian, perkembangan hama maupun penyakit dapat ditekan sejak awal.

Pemanenan

Panen dilakukan ketika buah telah berwarna merah dan mencapai tingkat kematangan yang optimal. Selanjutnya, buah dipetik secara langsung agar kualitas hasil panen tetap terjaga.

Manfaat dan Aplikasi

Cabai Rawit Pelita cocok digunakan untuk budidaya di lahan terbuka maupun kebun komersial. Selain itu, varietas ini dapat ditanam pada berbagai kondisi dataran sehingga memberikan fleksibilitas bagi petani di banyak daerah.

Di samping itu, ketahanan terhadap CMV membantu mengurangi risiko serangan penyakit, sedangkan umur panen yang relatif singkat mendukung siklus produksi yang lebih efisien.

Standar Paket

Setiap pembelian benih Cabai Rawit Pelita umumnya terdiri dari:

  • Benih Cabai Rawit Pelita dalam kemasan asli pabrikan.

  • Label produk yang mencantumkan informasi varietas.

  • Informasi dasar mengenai budidaya sesuai kemasan produk.

Sumber: https://panahmerah.id/id

Additional information

Weight1 kg
Dimensions10 × 10 × 10 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.