Description
Tomat Permata F1 – Benih Tomat Dataran Rendah Tahan Layu Bakteri
Tomat Permata F1 merupakan benih tomat hibrida unggul untuk budidaya di dataran rendah. Varietas ini dikenal memiliki ketahanan terhadap penyakit layu bakteri (Bacterial Wilt/Bw) dan Tomato Mosaic Virus (ToMV), sehingga membantu mengurangi risiko kehilangan hasil akibat serangan penyakit utama.
Selain itu, Tomat Permata mampu menghasilkan buah berbentuk seragam dengan bobot rata-rata sekitar 50–60 gram per buah. Dengan perawatan yang tepat, varietas ini berpotensi menghasilkan hingga 50–60 ton per hektar. Umur panennya relatif singkat, yaitu sekitar 60–70 hari setelah tanam (HST), sehingga cocok untuk petani yang menginginkan perputaran panen lebih cepat.
Tips: Hindari menanam Tomat Permata pada lahan yang telah terinfeksi Virus Gemini agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Keunggulan Tomat Permata dan Solusi untuk Petani
Memilih Tomat Permata memberikan berbagai keuntungan dalam budidaya tomat dataran rendah. Varietas ini dirancang untuk membantu petani memperoleh hasil yang lebih stabil sekaligus mengurangi risiko akibat serangan penyakit.
Beberapa keunggulan yang ditawarkan antara lain:
Tahan terhadap layu bakteri (Bw) dan Tomato Mosaic Virus (ToMV).
Cocok dikembangkan di dataran rendah.
Umur panen relatif cepat, sekitar 60–70 HST.
Bobot buah seragam dengan rata-rata 50–60 gram per buah.
Potensi hasil tinggi mencapai 50–60 ton per hektar.
Buah memiliki kualitas yang baik untuk pasar segar maupun distribusi.
Membantu meningkatkan produktivitas apabila dibudidayakan sesuai rekomendasi teknis.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Tomat Permata menjadi pilihan yang tepat bagi petani yang membutuhkan varietas berproduksi tinggi, memiliki ketahanan penyakit, dan menghasilkan buah berkualitas.
Spesifikasi Tomat Permata
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Varietas | Tomat Permata F1 |
| Jenis | Benih Tomat Hibrida |
| Nomor SK Kementan | 882/Kpts/TP.240/7/1999 |
| Rekomendasi Dataran | Dataran Rendah |
| Ketahanan Penyakit | Layu Bakteri (Bw), ToMV |
| Umur Panen | 60–70 HST |
| Bobot Buah | 50–60 gram per buah |
| Potensi Hasil | 50–60 ton/hektar |
| PVT | – |
Manfaat dan Aplikasi
Tomat Permata dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan budidaya tomat komersial maupun skala kecil. Berkat ketahanannya terhadap penyakit penting, varietas ini mampu membantu mengurangi risiko gagal panen pada lahan yang sesuai.
Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional, buahnya juga cocok dipasarkan ke supermarket, distributor sayuran, maupun industri pengolahan yang membutuhkan buah berukuran seragam. Di sisi lain, umur panen yang relatif singkat membuat perputaran modal menjadi lebih cepat.
Agar hasil budidaya maksimal, lakukan persiapan lahan dengan pemberian pupuk kandang, kapur pertanian, dan pupuk dasar sesuai dosis anjuran. Selanjutnya, gunakan bibit sehat berumur 14–17 hari setelah semai untuk dataran rendah, kemudian tanam dengan jarak sekitar 50 × 60–70 cm.
Selama masa pertumbuhan, lakukan pemupukan susulan secara bertahap, pemasangan ajir, perempelan tunas, serta pengendalian hama dan penyakit secara preventif. Dengan demikian, tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas tinggi.
Standar Paket
Produk yang diterima berupa benih Tomat Permata F1 dalam kemasan resmi pabrikan.
Isi paket meliputi:
Benih Tomat Permata F1 original.
Kemasan asli dengan label produk.
Informasi dasar varietas pada kemasan.
Benih siap disemai sesuai petunjuk budidaya.
Panduan Singkat Budidaya Tomat Permata
Persemaian dilakukan menggunakan media tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1. Setelah bibit mencapai umur tanam yang dianjurkan, pindahkan ke lahan pada sore hari agar tanaman lebih mudah beradaptasi.
Selanjutnya, lakukan penyiraman dan pemupukan secara teratur sesuai fase pertumbuhan. Di samping itu, pemasangan ajir sedini mungkin akan membantu menopang tanaman sehingga batang tidak mudah rebah. Apabila tanaman tumbuh terlalu rimbun, lakukan perempelan tunas air untuk menjaga sirkulasi udara sekaligus mengarahkan nutrisi ke pembentukan buah.
Menjelang masa panen, pertahankan kondisi tanaman tetap sehat melalui pengendalian hama dan penyakit secara preventif. Akhirnya, panen dilakukan saat warna kulit buah mulai berubah dari hijau menjadi kekuningan agar kualitas dan daya simpan buah tetap optimal.







Reviews
There are no reviews yet.