Description
Tomat Gammara
Tomat Gammara merupakan varietas tomat unggul yang telah memiliki Nomor SK Kementan: 176/Kpts/SR.120/D.2.7/12/2019. Varietas ini direkomendasikan untuk budidaya di dataran rendah hingga menengah dengan produktivitas tinggi, ukuran buah seragam, serta ketahanan terhadap beberapa penyakit penting. Berkat performanya yang stabil, Tomat Gammara menjadi pilihan petani yang mengutamakan hasil panen optimal dan kualitas buah yang baik untuk pasar segar maupun distribusi.
Tomat Gammara dirancang untuk memberikan hasil panen yang tinggi dengan kualitas buah yang konsisten. Varietas ini memiliki umur panen sekitar 66–70 hari setelah tanam (HST) sehingga cocok untuk budidaya komersial dengan siklus produksi yang relatif cepat. Selain itu, bobot buah berkisar 58–68 gram per buah, sehingga menghasilkan tampilan yang seragam dan menarik.
Di samping produktivitasnya yang tinggi, Tomat Gammara juga memiliki ketahanan terhadap penyakit GV dan Bw. Oleh karena itu, risiko kehilangan hasil akibat serangan penyakit dapat ditekan apabila dibarengi dengan penerapan budidaya yang baik.
Keunggulan Produk dan Solusi
Tomat Gammara menawarkan berbagai keunggulan yang mendukung keberhasilan budidaya. Potensi hasil mencapai 39–52 ton per hektar, sehingga memberikan peluang keuntungan yang lebih besar bagi petani.
Selain menghasilkan buah yang seragam, varietas ini juga mampu beradaptasi dengan baik pada dataran rendah maupun menengah. Dengan demikian, petani memiliki fleksibilitas dalam menentukan lokasi tanam sesuai kondisi lahan.
Ketahanan terhadap penyakit GV dan Bw membantu mengurangi risiko kerusakan tanaman. Meskipun demikian, penerapan pengendalian hama dan penyakit secara preventif tetap disarankan agar produktivitas tetap maksimal.
Umur panen yang relatif singkat juga menjadi nilai tambah karena memungkinkan percepatan rotasi tanam. Hasilnya, petani dapat meningkatkan efisiensi waktu produksi dalam satu musim tanam.
Spesifikasi Produk
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Focus Keyphrase | Tomat Gammara |
| Nomor SK Kementan | 176/Kpts/SR.120/D.2.7/12/2019 |
| Rekomendasi Dataran | Rendah, Menengah |
| Ketahanan Penyakit | GV, Bw |
| Umur Panen | 66–70 HST |
| Bobot Buah | 58–68 gram/buah |
| Potensi Hasil | 39–52 ton/hektar |
| Status PVT | – |
Panduan Budidaya Tomat Gammara
Persiapan Lahan
Langkah pertama adalah membuat bedengan selebar 110 cm dengan jarak antarbedengan 50 cm. Selanjutnya, pupuk kandang ayam sebanyak 100 kg dan kapur pertanian 10 kg ditebarkan pada setiap luas bedengan 25 m² sekitar dua minggu sebelum tanam.
Setelah itu, berikan pupuk dasar berupa campuran NPK, ZA, Superphos, dan KCl dengan perbandingan 5:2:4:5. Sebanyak 10 kg campuran pupuk diaplikasikan untuk setiap bedengan seluas 25 m² sekitar sepuluh hari sebelum tanam. Terakhir, tutup bedengan menggunakan mulsa plastik agar kelembapan tanah lebih terjaga.
Persemaian
Benih yang telah dilapisi (coating) dapat langsung disemai menggunakan tray semai atau polybag kecil berisi media campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.
Sebaliknya, benih tanpa coating perlu direndam terlebih dahulu menggunakan larutan fungisida dan bakterisida sesuai dosis anjuran atau air hangat bersuhu 35–40°C selama kurang lebih 30 menit. Setelah proses perendaman selesai, benih dapat langsung disemai.
Penanaman
Bibit sehat berumur 14–17 hari setelah semai untuk dataran rendah atau 17–20 hari untuk dataran tinggi siap dipindahkan ke lahan. Sebelum penanaman dilakukan, siram media semai agar akar tidak rusak saat dipindahkan.
Selanjutnya, tanam bibit pada sore hari dengan jarak tanam 50 cm dalam barisan dan 60–70 cm antarbarisan. Sistem tanam dapat menggunakan pola segiempat maupun segitiga.
Pemeliharaan Tanaman
Pemupukan susulan dilakukan melalui sistem kocor menggunakan larutan pupuk yang diberikan setiap 10 hari. Sebanyak 240 ml larutan diaplikasikan pada setiap tanaman.
Selain pemupukan, pemberian unsur Kalsium (Ca) sangat dianjurkan. Unsur ini membantu meningkatkan pembentukan buah, mengurangi kerontokan, memperbaiki tekstur buah, serta meningkatkan daya simpan hasil panen.
Perempelan dilakukan secara rutin dengan membuang tunas air yang tumbuh di bawah percabangan utama. Sementara itu, pemasangan ajir setinggi sekitar 2 meter bertujuan menjaga tanaman tetap tegak dan memudahkan pemeliharaan.
Khusus tanaman bertipe indeterminate, topping atau pemangkasan pucuk dilakukan sekitar 55 HST untuk mengarahkan energi tanaman ke pembentukan buah. Selanjutnya, daun-daun tua dipangkas menjelang panen agar sirkulasi udara lebih baik dan serangan penyakit dapat ditekan.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian dilakukan secara preventif mulai sekitar 1 minggu setelah tanam. Penyemprotan pestisida disesuaikan dengan jenis hama atau penyakit yang muncul serta mengikuti dosis yang dianjurkan.
Selain itu, interval penyemprotan sekitar empat hari sekali dapat dipertahankan. Apabila curah hujan tinggi, intensitas pengendalian sebaiknya ditingkatkan karena kelembapan yang tinggi dapat memicu perkembangan penyakit.
Panen
Tomat Gammara mulai dipanen pada umur sekitar 66–70 HST, bergantung pada kondisi lingkungan dan teknik budidaya yang diterapkan. Buah siap dipetik ketika warna kulit mulai berubah dari hijau menjadi kekuningan.
Agar kualitas buah tetap terjaga, panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat cuaca cerah. Dengan cara tersebut, kehilangan air akibat suhu tinggi dapat diminimalkan sehingga daya simpan buah menjadi lebih baik.
Manfaat dan Aplikasi
Tomat Gammara sangat cocok untuk budidaya komersial karena mampu menghasilkan buah dengan ukuran seragam dan produktivitas tinggi. Varietas ini dapat memenuhi kebutuhan pasar tradisional, supermarket, maupun distributor sayuran segar.
Selain digunakan sebagai tomat konsumsi segar, hasil panennya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan, seperti saus, sambal, jus, dan berbagai produk olahan berbasis tomat. Oleh sebab itu, Tomat Gammara menjadi pilihan yang menguntungkan bagi petani maupun pelaku agribisnis.
Standar Paket
Benih Tomat Gammara tersedia dalam kemasan asli pabrikan dengan kualitas terjamin. Setiap kemasan diproduksi melalui proses seleksi benih sehingga memiliki daya tumbuh yang baik apabila dibudidayakan sesuai rekomendasi teknis.
Paket benih yang diterima merupakan produk original dengan label resmi produsen. Selain itu, informasi mengenai varietas, nomor SK Kementan, serta petunjuk budidaya dasar tercantum pada kemasan untuk memudahkan proses penanaman.









Reviews
There are no reviews yet.