Description
Deskripsi Produk
Benih Oyong merupakan benih sayuran berkualitas yang dirancang untuk menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan vigor, seragam, dan produktif. Benih ini cocok digunakan oleh petani maupun pelaku usaha hortikultura yang menginginkan budidaya oyong lebih optimal dengan penerapan teknik budidaya yang tepat. Selain mudah dibudidayakan, benih oyong juga berpotensi menghasilkan buah berkualitas sesuai karakter varietasnya sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar segar.
Dengan persiapan lahan, pemupukan, pengairan, dan pemeliharaan yang sesuai anjuran, benih oyong mampu mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat hingga masa panen. Oleh karena itu, benih ini menjadi pilihan yang tepat untuk budidaya skala rumah tangga maupun komersial di berbagai daerah yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman oyong.
Fitur Utama Produk
Menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan kuat dan seragam.
Cocok dibudidayakan pada lahan bekas tanaman cabai atau tomat.
Mudah dibudidayakan menggunakan sistem bedengan maupun para-para.
Mendukung produktivitas tanaman dengan pemupukan yang tepat.
Cocok untuk budidaya skala rumah tangga hingga pertanian komersial.
Solusi
Benih oyong ini membantu petani memperoleh tanaman yang tumbuh optimal melalui teknik budidaya yang sederhana. Selain itu, penggunaan benih berkualitas memudahkan proses persemaian, penanaman, hingga pemeliharaan sehingga potensi hasil panen dapat dimaksimalkan apabila didukung pengelolaan lahan dan pemupukan yang sesuai.
Technical Spesifikasi
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Nomor SK Kementan | – |
| Rekomendasi Dataran | – |
| Ketahanan Penyakit | – |
| Umur Panen (HST) | – |
| Bobot per Buah | – |
| Potensi Hasil | – |
| PVT | – |
Manfaat dan Aplikasi
Benih oyong dapat digunakan untuk budidaya di lahan terbuka dengan sistem bedengan maupun para-para. Selanjutnya, tanaman sangat sesuai dikembangkan oleh petani yang mengutamakan kemudahan perawatan dan produktivitas.
Agar hasil panen lebih optimal, persiapan lahan dilakukan sekitar tiga hingga empat minggu sebelum tanam. Lahan sebaiknya dibajak atau dicangkul untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aerasi, sekaligus membantu mengendalikan gulma.
Setelah itu, bedengan dibuat dengan lebar sekitar 120 cm, tinggi 40 cm, dan parit selebar 50 cm. Kemudian, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang, SP-36, KCl, ZA, dan dolomit sesuai dosis anjuran sebelum bedengan ditutup menggunakan mulsa plastik.
Sebelum disemai, benih sebaiknya diberi perlakuan dengan memotong atau memecah kulit benih menggunakan pemotong kuku. Berikutnya, benih dikecambahkan pada tisu, koran, atau kain basah selama kurang lebih dua hari hingga muncul bakal akar.
Bibit dapat langsung ditanam pada lubang tanam atau disemai terlebih dahulu menggunakan media tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1. Selanjutnya, bibit siap dipindahkan ke lahan saat berumur sekitar 7–10 hari setelah semai.
Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk mengurangi stres tanaman. Setelah tanaman tumbuh, pengairan dilakukan ketika kondisi lahan mulai kering atau sekitar dua kali setiap minggu sesuai kondisi lapangan.
Selain pengairan, pemasangan lanjaran juga diperlukan sebagai penyangga pertumbuhan tanaman. Pada sistem bedengan, lanjaran dipasang pada setiap tanaman dengan tinggi sekitar 2 meter.
Pemupukan susulan dilakukan mulai dua minggu setelah tanam menggunakan pupuk Urea, SP-36, dan KCl sesuai dosis anjuran. Selanjutnya, pemupukan dapat diulang setiap 20 hari agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Standar Paket
Produk yang diterima meliputi benih oyong dalam kemasan asli pabrikan sesuai ukuran yang dipilih. Kemasan dirancang untuk menjaga mutu benih selama proses penyimpanan dan pengiriman. Selain itu, setiap produk dikirim dalam kondisi tersegel sesuai standar produsen.
Sumber budidaya: Panah Merah.







Reviews
There are no reviews yet.