Description
Kubis Sehati
Kubis Sehati merupakan varietas kubis yang direkomendasikan untuk budidaya di dataran rendah hingga menengah. Varietas ini memiliki adaptasi yang baik terhadap iklim panas sehingga tetap mampu tumbuh optimal pada kondisi suhu yang relatif tinggi. Selain itu, Kubis Sehati dikenal memiliki ketahanan terhadap kekeringan sehingga menjadi pilihan tepat bagi petani yang menginginkan hasil panen stabil di berbagai kondisi lingkungan.
Dengan umur panen sekitar 70–85 Hari Setelah Tanam (HST), Kubis Sehati menghasilkan krop yang padat, berkualitas, dan memiliki produktivitas tinggi. Apabila dibudidayakan sesuai rekomendasi teknis, varietas ini berpotensi menghasilkan hingga 55 ton per hektar.
Keunggulan Produk dan Solusi
Kubis Sehati menawarkan berbagai keunggulan yang mendukung keberhasilan budidaya kubis di lahan pertanian.
Cocok dibudidayakan pada dataran rendah hingga menengah.
Adaptif terhadap kondisi iklim panas.
Memiliki toleransi yang baik terhadap kekeringan.
Menghasilkan krop yang padat dengan kualitas panen yang baik.
Berpotensi menghasilkan hingga 55 ton per hektar.
Umur panen relatif singkat, yaitu sekitar 70–85 HST.
Mudah dipadukan dengan sistem budidaya menggunakan mulsa maupun tanpa mulsa.
Selain memberikan hasil panen yang tinggi, Kubis Sehati juga membantu petani mengurangi risiko penurunan produksi akibat suhu tinggi. Oleh karena itu, varietas ini menjadi solusi bagi daerah yang memiliki kondisi iklim lebih panas dibandingkan sentra kubis dataran tinggi.
Spesifikasi Produk
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Produk | Kubis Sehati |
| Komoditas | Kubis |
| Rekomendasi Dataran | Rendah – Menengah |
| Ketahanan | Adaptif terhadap iklim panas |
| Umur Panen | 70–85 HST |
| Produktivitas | 2–3,5 kg per tanaman |
| Potensi Hasil | Hingga 55 ton/ha |
| Bobot Buah | – |
| Nomor SK Kementan | – |
| PVT | – |
Manfaat dan Aplikasi
Kubis Sehati dapat dibudidayakan pada lahan terbuka dengan pengelolaan budidaya yang baik. Agar memperoleh hasil optimal, pengolahan tanah dilakukan terlebih dahulu untuk memperbaiki aerasi dan drainase, kemudian diberikan pupuk kandang sebanyak 2–4 kg/m² yang dipadukan dengan pupuk SP-36 dan KCl sebagai pupuk dasar.
Selanjutnya, benih sebaiknya direndam menggunakan air hangat selama kurang lebih satu jam untuk mempercepat proses perkecambahan. Media semai dapat dibuat dari campuran tanah, pupuk kandang halus, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Setelah bibit berumur 20–25 hari setelah semai, tanaman siap dipindahkan ke lahan.
Pada tahap penanaman, sebaiknya dipilih bibit yang sehat dan memiliki pertumbuhan seragam. Jarak tanam yang dianjurkan berkisar 40–50 cm dalam barisan dan 60–70 cm antarbarisan sehingga tanaman memperoleh ruang tumbuh yang optimal. Sementara itu, penyiraman dilakukan sesuai kondisi cuaca, terutama pada minggu pertama setelah tanam.
Agar pertumbuhan tetap maksimal, pemupukan susulan menggunakan pupuk NPK dan KCl diberikan secara bertahap pada umur 14, 24, 34, dan 44 HST. Pemupukan dapat dilakukan dengan cara dikocor maupun ditugal sesuai kondisi lapangan.
Di sisi lain, pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan secara terpadu. Misalnya, ulat tanah, ulat daun, ulat grayak, maupun penyakit akar gada dapat dikendalikan melalui sanitasi lahan serta penggunaan pestisida yang sesuai apabila diperlukan. Dengan demikian, pertumbuhan tanaman menjadi lebih sehat dan potensi kehilangan hasil dapat diminimalkan.
Ketika tanaman telah berumur sekitar 70–85 HST, krop akan terlihat padat sebagai tanda siap dipanen. Setelah itu, panen dilakukan dengan memotong pangkal batang dan membuang daun bagian bawah yang telah tua sehingga hasil panen lebih bersih dan berkualitas.
Standar Paket
Setiap kemasan benih Kubis Sehati umumnya berisi benih dengan mutu yang telah melalui proses seleksi sehingga memiliki daya tumbuh yang baik. Selain itu, kemasan produk dilengkapi informasi dasar mengenai varietas serta rekomendasi budidaya untuk membantu petani memperoleh hasil panen yang optimal. Sebelum digunakan, benih sebaiknya disimpan pada tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung agar kualitasnya tetap terjaga.









Reviews
There are no reviews yet.