Description
Jagung Jutawan – Benih Jagung Unggul Berkualitas untuk Hasil Panen Maksimal
Jagung Jutawan merupakan benih jagung unggul yang dirancang untuk memberikan pertumbuhan seragam, produktivitas tinggi, dan kualitas tongkol yang baik. Dengan penerapan teknik budidaya yang tepat, Jagung Jutawan mampu menghasilkan panen optimal, baik untuk jagung manis (sweet corn) maupun baby corn, sehingga cocok dibudidayakan oleh petani skala kecil hingga komersial.
Panduan Budidaya Jagung Jutawan
1. Persiapan Lahan
Sebelum penanaman, lakukan persiapan lahan agar tanaman tumbuh optimal.
Bersihkan gulma menggunakan herbisida bila diperlukan.
Bajak tanah sebanyak 1 kali dan garu sebanyak 2 kali hingga gembur.
Buat bedengan dengan ukuran:
Lebar: 100 cm
Tinggi: ±20 cm
Panjang: menyesuaikan luas lahan
Jarak antar bedengan: 60 cm
Persiapan lahan yang baik akan meningkatkan aerasi tanah, mempercepat pertumbuhan akar, dan mendukung hasil panen yang lebih maksimal.
2. Cara Menanam Jagung Jutawan
Penanaman dilakukan dengan sistem tugal.
Kedalaman lubang tanam: 2–3 cm
Jarak tanam: 65 x 25 cm
Masukkan 1 benih pada setiap lubang tanam.
Tutup menggunakan pupuk kandang yang telah matang.
Jarak tanam yang ideal membantu tanaman memperoleh cahaya matahari dan nutrisi secara optimal.
3. Pemeliharaan Tanaman
Pemupukan
Pemupukan dilakukan sesuai umur tanaman.
15 Hari Setelah Tanam (HST)
Urea: 10 gram/tanaman
SP-36: 5 gram/tanaman
Aplikasi dengan cara ditugal.
35 Hari Setelah Tanam (HST)
NPK: 15 gram/tanaman
Aplikasi dengan cara ditugal.
Catatan: 10 gram setara kurang lebih 1 sendok makan.
Penyulaman
Penyulaman dilakukan pada umur 7–10 HST untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh atau mati. Disarankan menyediakan benih cadangan sekitar 20% dari total kebutuhan tanam.
Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan pemupukan untuk:
Memperkuat batang agar tidak mudah roboh.
Menutup akar yang muncul di permukaan tanah.
Meningkatkan penyerapan air dan unsur hara.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Jagung Jutawan tetap memerlukan pengelolaan hama dan penyakit secara terpadu agar hasil panen tetap optimal.
Penyakit Bulai (Downy Mildew)
Gejala berupa garis kuning atau putih sejajar tulang daun serta pertumbuhan tanaman terhambat. Pengendalian dapat menggunakan fungisida berbahan aktif Metalaksil atau Dimetomorf.
Karat Daun (Leaf Rust)
Ditandai munculnya bintil kecil berwarna cokelat yang dikelilingi warna kuning. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan dan mengendalikan gulma. Pengendalian menggunakan fungisida berbahan aktif Benomil, Azoksistrobin, Heksakonazol, atau Difenokonazol.
Gosong Bengkak
Disebabkan jamur Ustilago sp. yang menyerang biji sehingga terjadi pembengkakan. Pengendalian menggunakan fungisida sesuai rekomendasi berbahan aktif yang efektif terhadap penyakit ini.
Busuk Tongkol dan Biji
Penyebab utama adalah jamur Fusarium sp. atau Gibberella zeae. Pengendalian dapat dilakukan menggunakan fungisida berbahan aktif Mankozeb, Klorotalonil, atau Propineb.
Pengendalian Hama Ulat
Untuk serangan ulat, gunakan insektisida sesuai dosis dan petunjuk penggunaan yang berlaku.
Waktu Panen Jagung Jutawan
Baby Corn
Baby corn dapat dipanen pada umur sekitar 45 Hari Setelah Tanam (HST). Untuk hasil terbaik, setiap tanaman disarankan hanya dipelihara satu tongkol.
Jagung Manis (Sweet Corn)
Jagung manis siap dipanen ketika rambut tongkol mulai mengering, umumnya pada umur 65–70 HST, tergantung kondisi iklim, cuaca, dan lokasi budidaya.
Keunggulan Jagung Jutawan
Benih jagung unggul dengan pertumbuhan seragam.
Cocok untuk budidaya sweet corn maupun baby corn.
Potensi hasil panen tinggi dengan teknik budidaya yang tepat.
Mudah dibudidayakan di berbagai kondisi lahan.
Cocok untuk petani pemula maupun budidaya komersial.
Dengan mengikuti panduan budidaya di atas, Jagung Jutawan dapat memberikan pertumbuhan optimal, ketahanan tanaman yang lebih baik, serta menghasilkan panen jagung berkualitas tinggi dan bernilai jual tinggi.









Reviews
There are no reviews yet.