Description
MIRA adalah benih bayam tipe daun merah yang sangat cocok ditanam di dataran rendah hingga menengah, serta tetap adaptif di dataran tinggi. Varietas ini dikenal memiliki pertumbuhan cepat dan seragam, tanaman vigor, batang kokoh, tegak, dan kuat, serta memiliki ketahanan terhadap powdery mildew / blorok pada daun.
Benih Bayam Merah MIRA dapat dipanen pada umur sekitar 25–30 hari setelah tanam (HST), sehingga cocok untuk budidaya yang mengutamakan panen cepat dan hasil stabil. Varietas ini memiliki potensi hasil sekitar 12–15 ton per hektar, menjadikannya pilihan yang tepat untuk kebutuhan budidaya komersial maupun skala rumahan.
2. Fitur Utama
- Bayam tipe daun merah
- Cocok untuk dataran rendah, menengah, dan tinggi
- Pertumbuhan cepat dan seragam
- Tahan powdery mildew / blorok daun
- Tanaman vigor
- Batang kokoh, tegak, dan kuat
- Umur panen 25–30 HST
- Potensi hasil 12–15 ton per hektar
3. Technical Spesifikasi
- Nama varietas: MIRA
- Jenis tanaman: Bayam merah
- Nomor SK Kementan: 094/Kpts/SR.120/D.2.7/9/2013
- Rekomendasi dataran: Rendah, menengah, tinggi
- Umur panen: 25–30 hari setelah tanam
- Potensi hasil: 12–15 ton/ha
- Ketahanan penyakit: Powdery mildew / blorok daun
- Karakter tanaman: Pertumbuhan cepat, seragam, vigor, batang kokoh, tegak, dan kuat
4. Manfaat dan Aplikasi
Manfaat:
- Membantu petani mendapatkan panen lebih cepat
- Mendukung hasil budidaya yang seragam dan stabil
- Mengurangi risiko kerusakan daun akibat blorok
- Menghasilkan batang yang kuat dan lebih tahan simpan
- Cocok untuk kebutuhan budidaya harian dan pasar segar
Aplikasi:
- Budidaya bayam merah di lahan terbuka
- Pertanian intensif skala kecil maupun besar
- Produksi sayuran segar untuk pasar tradisional dan modern
- Cocok untuk petani yang mengejar panen cepat dan kualitas tanaman baik
5. Standart Paket
- Kemasan benih Bayam Merah MIRA
- Label produk resmi
- Informasi varietas
- Panduan singkat budidaya dasar
Berikut versi Panduan Budi Daya yang lebih rapi dan profesional untuk Benih Bayam Merah MIRA:
Panduan Budi Daya
A. Persiapan Lahan
Pengolahan lahan dilakukan sekitar 3–4 minggu sebelum tanam dengan cara membajak, membalikkan, atau mencangkul tanah. Tujuannya adalah untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aerasi, membantu dekomposisi gulma, serta mempermudah pembentukan bedengan.
Setelah itu, buat bedengan dengan ukuran:
- Lebar: 150–200 cm
- Tinggi: 20–30 cm
- Jarak antarbedengan: 40–50 cm
Satu minggu sebelum tanam, bedengan diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang dan dolomit dengan dosis:
- Dolomit: 2 kg
- Pupuk kandang: 27 kg per bedeng ukuran 1,5 x 18 m
Pupuk ditebar merata di atas bedengan, lalu tanah digemburkan kembali dan disiram.
B. Persemaian
Benih bayam merah MIRA ditanam langsung tanpa melalui persemaian. Sebelum disebar, benih dicampur terlebih dahulu dengan pasir kering agar penyebaran lebih merata. Setelah itu, benih ditebar di atas bedengan, lalu ditutup dengan pupuk kandang atau tanah halus. Selanjutnya, bedengan disiram perlahan menggunakan embrat hingga cukup basah.
C. Penanaman
Benih yang telah ditebar akan tumbuh langsung di bedengan. Untuk menjaga pertumbuhan optimal:
- Lakukan penyiangan 1 kali sampai panen atau sesuai kondisi lahan
- Lakukan penyiraman rutin 2 kali sehari, pagi dan sore, terutama saat kondisi lahan kering
- Penyemprotan pestisida dilakukan hanya bila tanaman terserang hama atau penyakit
D. Pemeliharaan
Pemupukan dilakukan 2 kali, yaitu pada umur 7 hari setelah semai (HSS) dan 15 hari setelah semai (HSS).
Pemupukan I
Dilakukan pada umur 7 HSS dengan:
- Urea: 1 kg per gulud ukuran 1,5 x 18 m
Pemupukan II
Dilakukan pada umur 15 HSS dengan:
Urea + Phonska (2:1): 1 kg per gulud ukuran 1,5 x 18 m
Pemupukan dilakukan dengan cara ditabur langsung ke bedengan, lalu dilanjutkan dengan penyiraman agar daun tidak terbakar.
E. Pengendalian Hama dan Penyakit
1. Hama
Hama yang sering menyerang tanaman bayam adalah ulat perusak daun.
Pengendalian:
- Secara mekanis: melakukan sanitasi lahan
- Secara kimia: menggunakan insektisida berbahan aktif Deltametrin atau Sipermetrin, misalnya Decis, dengan dosis 10 ml per 15 liter air
2. Penyakit
a. Rebah Kecambah (Phytium sp.)
Gejalanya berupa batang dan daun berwarna kuning kecokelatan hingga hitam, kemudian membusuk.
Pengendalian:
- Fungisida berbahan aktif Mancozeb, seperti Dithane dosis 10–20 gram per 15 liter air
- Alternatif lain: Preficure N
b. Embun Tepung / Blorok
Gejalanya daun memiliki bintik-bintik putih kecokelatan. Serangan biasanya tinggi pada musim hujan atau kelembapan tinggi.
Pengendalian:
- Fungisida berbahan aktif Mankozeb, seperti Dithane, dosis 10–20 gram per 15 liter air
- Secara mekanis dengan membuang daun yang terserang
- Mengatur bedengan lebih tinggi agar tidak tergenang
c. Antraknosa
Gejalanya daun berwarna kuning kecokelatan hingga hitam.
Pengendalian:
- Fungisida berbahan aktif Propineb, seperti Antracol, dosis 10–20 gram per 15 liter air
- Secara mekanis dengan membuang tanaman yang terserang, menjaga sanitasi lahan, serta membuat drainase yang baik
F. Pemanenan
Tanaman siap dipanen pada umur sekitar 18–25 hari setelah semai (HSS), atau menyesuaikan kondisi pertumbuhan tanaman.
Cara panen:
- Tanaman dicabut beserta akarnya
- Setelah itu diikat, dicuci, dan dibersihkan
- Di beberapa daerah, panen juga dilakukan dengan cara dipotong
Setelah panen, hasil disusun dan digulung. Umumnya:
1 gulung = 100–150 ikat










Reviews
There are no reviews yet.