Description
Bawang Merah Lokananta
Bawang Merah Lokananta merupakan varietas bawang merah yang dikembangkan untuk menghasilkan umbi berkualitas dengan pertumbuhan yang baik. Varietas ini cocok dibudidayakan menggunakan teknik budidaya yang tepat, mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit.
Berdasarkan data yang tersedia, varietas ini telah memiliki Nomor SK Kementerian Pertanian 059/Kpts/SR.120/D.2.7/6/2017. Sementara itu, informasi mengenai rekomendasi dataran, ketahanan penyakit, umur panen (HST), bobot per buah, potensi hasil, dan status PVT belum dicantumkan pada sumber resmi.
Dengan penerapan budidaya yang sesuai, Bawang Merah Lokananta mampu menghasilkan umbi yang seragam, berkualitas, dan memiliki nilai jual yang baik. Oleh karena itu, varietas ini menjadi pilihan bagi petani yang mengutamakan kualitas hasil panen.
Keunggulan Produk dan Solusi
Bawang Merah Lokananta menawarkan berbagai keunggulan yang mendukung keberhasilan budidaya.
Memiliki legalitas varietas melalui SK Kementerian Pertanian.
Cocok dibudidayakan menggunakan teknik budidaya intensif.
Menghasilkan umbi dengan kualitas yang baik apabila dipelihara sesuai anjuran.
Dapat dipadukan dengan program pemupukan bertahap sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal.
Mendukung produktivitas lahan melalui pengelolaan tanah yang benar.
Mudah dipadukan dengan sistem pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT).
Cocok digunakan oleh petani skala kecil maupun budidaya komersial.
Selain itu, penerapan sanitasi lahan, monitoring rutin, serta penggunaan fungisida sesuai rekomendasi dapat membantu menekan risiko serangan penyakit seperti fusarium (moler). Dengan demikian, kualitas umbi tetap terjaga hingga masa panen.
Pengolahan Tanah
Sebelum penanaman, lahan perlu dipersiapkan dengan baik agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Bedengan dibuat dengan lebar sekitar 150 cm, panjang 20 meter, dan saluran air selebar 50 cm. Selanjutnya, tanah dicangkul sedalam 20–30 cm hingga terbentuk bongkahan besar. Setelah itu, bongkahan tanah dihancurkan menjadi lebih halus agar akar dapat berkembang dengan baik.
Kemudian, permukaan bedengan diratakan hingga berbentuk persegi. Bagian tepi bedengan diberi lapisan lumpur sehingga tanah tidak mudah terkikis saat hujan. Terakhir, permukaan tanah dihaluskan kembali lalu disiram hingga cukup lembap sebelum proses penyemaian.
Penaburan Benih
Persiapan Benih
Sebelum disemai, benih diberi perlakuan menggunakan fungisida Antracol. Sebanyak 100 gram Antracol digunakan untuk setiap ½ kg benih, lalu benih diaduk hingga seluruh permukaannya terlapisi.
Pupuk Dasar
Pupuk dasar diberikan satu hari sebelum penyemaian dengan komposisi berikut:
Urea: 3 kg
KCl: 3 kg
SP-36: 10 kg
Campuran tersebut digunakan untuk 8 bedengan, dengan dosis sekitar 2 kg campuran pupuk per bedengan.
Teknik Penyemaian
Sebelum benih ditebar, bedengan disiram terlebih dahulu. Benih kemudian disebarkan secara merata menggunakan kaleng berlubang agar distribusinya lebih seragam. Setelah itu, benih ditutup menggunakan sekam atau kompos tipis hingga permukaan tanah tidak terlihat.
Selanjutnya, bedengan kembali disiram menggunakan timba berlubang kecil. Area persemaian ditutup memakai plastik atau klambu sistem buka-tutup hingga umur dua minggu. Setelah bibit cukup kuat, penutup dapat dilepas seluruhnya.
Kebutuhan benih untuk luas sekitar 240 m² (8 bedengan) adalah 500 gram.
Pemupukan Susulan
Pemupukan susulan ketiga dilakukan pada umur 40 hari setelah semai.
Komposisi pupuk yang digunakan meliputi:
NPK: 12 kg (sekitar 1,5 kg per bedengan)
KCl: 4 kg (sekitar 0,5 kg per bedengan)
Pupuk disebarkan secara merata di atas permukaan bedengan agar unsur hara dapat terserap secara optimal.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Agar hasil panen tetap maksimal, pengendalian dilakukan secara terpadu.
Hama
Ulat grayak (Spodoptera exigua)
Penyakit
Fusarium (Moler)
Pengendalian dilakukan melalui sanitasi lahan, pemantauan rutin, serta pembuangan tanaman yang terinfeksi. Selain itu, aplikasi fungisida berbahan aktif seperti Folpet, Klorotalonil, Kaptan, Ziram, Mankozeb, Propineb (Antracol), Azoxystrobin, Famoxadone + Cymoxanil, dan Acibenzolar-S-Methyl dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Sebagai contoh, beberapa dosis aplikasi yang umum digunakan antara lain:
Delsene: 2 gram/liter
Manzate: 2 gram/liter
Antracol: 2 gram/liter
Amistar Top: 1 ml/liter
Cabrio Top: 15 ml/liter
Manfaat dan Aplikasi
Bawang Merah Lokananta dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan budidaya. Varietas ini sesuai digunakan pada lahan pertanian yang menerapkan sistem budidaya intensif maupun semi intensif. Selain itu, benih ini dapat menjadi pilihan bagi petani yang menginginkan kualitas umbi yang seragam dengan teknik pemeliharaan yang tepat.
Di sisi lain, penerapan pengolahan tanah, pemupukan berimbang, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman secara rutin akan membantu meningkatkan peluang memperoleh hasil panen yang lebih baik. Karena itu, varietas ini layak dipertimbangkan untuk budidaya bawang merah skala komersial maupun usaha tani keluarga.
Standar Paket
Dalam budidaya Bawang Merah Lokananta, kebutuhan paket budidaya umumnya meliputi benih, pupuk dasar, pupuk susulan, serta sarana pengendalian hama dan penyakit. Selain itu, petani juga perlu menyiapkan bedengan, saluran drainase, sekam atau kompos sebagai penutup benih, serta pelindung persemaian berupa plastik atau klambu.
Dengan paket budidaya yang lengkap dan penerapan teknik budidaya sesuai anjuran, pertumbuhan tanaman akan lebih optimal sehingga kualitas dan hasil panen dapat dipertahankan.










Reviews
There are no reviews yet.